Bekaespedia.com, Mentok, Bangka Barat, -Pagi belum sepenuhnya matang ketika deretan tenda di halaman MTs Negeri 2 Jebus mulai menggeliat. Embun masih menggantung di ujung tali pancang, suara peluit bersahut pelan, dan anak-anak berseragam cokelat itu bergerak serempak rapi, terukur, tanpa perlu banyak teriakan. Di tengah denyut aktivitas Perkemahan Akhir Tahun (PERATA) 2025 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bangka Barat, ada satu hal yang segera terasa yaitu disiplin bukan sekadar aturan, tetapi kebiasaan.
Di ruang inilah, di alam terbuka yang menuntut kemandirian dan ketahanan mental, Pramuka SMP Negeri 2 Mentok menegaskan dominasinya. Bukan hanya dengan raihan Juara Umum, tetapi melalui cara mereka hadir, bersikap dan bekerja sebagai satu kesatuan. Diikuti hampir seribu peserta dari berbagai SMP dan MTs se-Bangka Barat, PERATA 2025 menjadi potret besar pembinaan generasi muda. Dari potret itu, SMPN 2 Mentok tampil paling utuh.
Kemenangan ini bukan hasil satu atau dua lomba yang dimenangkan. Ia lahir dari penilaian yang menyeluruh kedisiplinan regu, kekompakan tim, kepemimpinan, keterampilan kepramukaan, etika berkemah, hingga konsistensi sikap dari hari pertama hingga penutupan. Dalam seluruh indikator itu, regu Pramuka SMPN 2 Mentok dinilai stabil, tenang dan matang. Mereka tidak hanya patuh pada aturan, tetapi memahami maknanya.
PERATA, bagi Kwarcab Bangka Barat, bukanlah sekadar ajang kompetisi tahunan. Ia dirancang sebagai laboratorium karakter di alam terbuka. Di sini, peserta belajar membaca waktu lewat matahari, menyusun strategi dalam keterbatasan, mengelola konflik kecil dalam regu dan bertanggung jawab atas diri sendiri sekaligus kelompok. Kegiatan pionering, baris-berbaris, penjelajahan, hingga malam keakraban bukan sekadar agenda, melainkan proses pembentukan watak.
Dalam proses itulah, pembinaan Pramuka SMPN 2 Mentok menemukan relevansinya. Kepramukaan di sekolah ini tidak berdiri sebagai aktivitas pelengkap, tetapi menjadi instrumen strategis pendidikan karakter. Latihan rutin, pembiasaan disiplin dan konsistensi nilai menjadi fondasi yang dibangun jauh sebelum tenda-tenda PERATA ditegakkan.
“Juara umum ini adalah buah dari proses panjang. Anak-anak tidak hanya dilatih untuk menang lomba, tetapi dibentuk karakternya agar siap menghadapi tantangan kehidupan,” ujar Firmansyah, pelatih Pramuka SMPN 2 Mentok sekaligus Andalan Cabang Urusan Hubungan Kwarcab Bangka Barat, Kamis (25/12/2025).
Pernyataan itu mencerminkan filosofi pembinaan yang dijalankan yaitu prestasi hanyalah hasil samping dari karakter yang dibentuk dengan sabar dan konsisten. Tidak ada jalan pintas. Yang ada adalah latihan berulang, kegagalan kecil yang diperbaiki dan kebiasaan baik yang dirawat dari waktu ke waktu.
Bagi para peserta, PERATA 2025 menjadi ruang belajar yang tidak tergantikan oleh papan tulis dan bangku kelas. Hidup bersama di tenda mengajarkan batas-batas personal dan kolektif. Mengatur waktu sendiri menumbuhkan tanggung jawab. Menjaga kebersihan lingkungan menanamkan kesadaran ekologis. Mematuhi aturan perkemahan melatih kejujuran dan integritas. Semua itu membentuk manusia seutuhnya sebuah tujuan yang kerap luput dalam pendidikan formal yang terlalu berorientasi angka.
Prestasi Juara Umum ini sekaligus memperkuat citra SMPN 2 Mentok sebagai lembaga pendidikan yang menempatkan karakter sejajar dengan capaian akademik. Sekolah ini menunjukkan bahwa keunggulan tidak lahir dari tekanan semata, tetapi dari lingkungan yang menumbuhkan kepemimpinan, solidaritas dan kepercayaan diri secara sehat.
Di tingkat yang lebih luas, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bangka Barat memandang PERATA sebagai salah satu instrumen penting dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, berjiwa kebangsaan dan siap memimpin di tengah perubahan sosial yang cepat. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi sinyal bahwa Pramuka masih relevan bahkan semakin dibutuhkan di era ketika nilai-nilai kebersamaan kerap tergerus oleh individualisme.
Ke depan, kemenangan Pramuka SMPN 2 Mentok diharapkan tidak berhenti sebagai catatan prestasi sekolah. Ia diharapkan menjadi rujukan dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Bangka Barat bahwa pembinaan karakter bukan sekadar slogan, melainkan kerja panjang yang memerlukan komitmen.
Di alam terbuka PERATA 2025, di antara tenda, tali-temali, dan nyala api unggun, satu pesan kembali ditegaskan dengan tenang namun tegas bahwa sekolah yang serius membangun karakter, sedang menyiapkan masa depan yang lebih berkelanjutan. SMP Negeri 2 Mentok, melalui Pramukanya, telah menanam benih itu dengan keyakinan penuh.












