Dato’ Akhmad Elvian, DPMP.
Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
Kemarin dan hari ini 75 Tahun yang lalu,
Pada tanggal 21 April 1950, datanglah ke Pangkalpinang Perdana Menteri Dr.Halim (menjadi Perdana Menteri sejak 21 Januari sampai 5 September 1950) beserta rombongannya yang terdiri dari 18 orang, diantaranya Dr.Mohd.Isa, Gubernur Sumatera Selatan. Pada saat itu bertempat di keresidenan di Pangkalpinang diserahkan pemerintahan atas Bangka kepada Gubernur Sumatera Selatan. Dengan penyerahan tersebut, maka bubarlah Dewan Bangka (Bangka Raad). Pemerintah Republik Indonesia kemudian pada tanggal 22 April 1950 menetapkan R.Soemardjo, sebagai Residen Bangka Belitung dengan kedudukan di Pangkalpinang. Pulau Bangka ditetapkan menjadi kabupaten yang terdiri atas 5 kewedanaan dan 13 kecamatan. Kewedanaan Sungailiat beribukota di Sungailiat, Kewedanaan Bangka Utara beribukota di Belinju , Kewedanaan Bangka Tengah beribukota di Pangkalpinang, Kewedanaan Bangka Barat beribukota di Mentok dan Kewedanaan Bangka Selatan beribukota di Toboali. Sebagai Bupati Bangka diangkatlah R.Soekarta Martaatmadja. 13 Kecamatan di Kabupaten Bangka meliputi Kecamatan Sungailiat, Mendobarat, Sungaiselan, Belinyu, Merawang, Mentok, Payung, Toboali, Koba, Pangkalpinang, Puding Besar, Lepar pongok dan Jebus. Pada Tahun 1954 masing masing wilayah kecamatan dibagi atas beberapa Kenegerian dan Kenegerian dibagi atas beberapa kampung. Pangkalpinang di samping menjadi ibukota Keresidenan Bangka Belitung juga ditetapkan menjadi ibukota Kewedanaan Bangka Tengah yang terdiri atas Tiga kecamatan yaitu; Kecamatan Pangkalpinang, Kecamatan Mendo Barat dan Kecamatan Sungaiselan.












