Royalti Timah Jadi Penyelamat APBD Bangka Barat, Pemkab Bidik Kemandirian Fiskal 2026

Laporan : Belva

Bekaespedia.com, Mentok, Bangka Barat – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai menata ulang arah kebijakan fiskalnya. Di tengah beban utang yang mencapai puluhan miliar rupiah, sektor timah kini menjadi tumpuan harapan untuk memulihkan keuangan daerah.

 

Bupati Bangka Barat, Markus, menegaskan pentingnya optimalisasi royalti dari sektor pertambangan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Salah satunya dari royalti timah. Kita berharap kontribusinya bisa meningkat,” ujarnya di Mentok, Selasa (8/7/2025).

 

Pemerintah daerah menilai, peningkatan penerimaan dari royalti timah akan berdampak langsung terhadap ketersediaan ruang fiskal di tahun anggaran berikutnya. Markus optimistis, jika pendapatan dari sektor timah meningkat, APBD 2026 dapat disusun tanpa harus dibebani lagi oleh cicilan utang lama. “Kalau royalti naik, tahun depan kita bisa lebih leluasa,” ujarnya.

 

Sebagaimana diketahui, APBD 2025 sebagian besar digunakan untuk membayar utang-utang yang menumpuk sejak tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini memaksa Pemkab mencari solusi jangka panjang yang berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan sektor unggulan daerah: pertambangan timah.

 

Langkah ini dinilai strategis, mengingat Bangka Barat memiliki potensi tambang yang cukup besar. Pemkab berupaya memperkuat regulasi dan transparansi dalam tata kelola royalti, agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat.

 

“Ini bukan sekadar wacana, tapi arah kebijakan yang jelas. Kita ingin APBD lebih sehat, pembangunan tetap berjalan, dan beban utang tidak terus membayangi,” tegas Markus.

 

Dengan pendekatan ini, Bangka Barat berharap tak hanya keluar dari tekanan utang, tapi juga menapaki jalan menuju kemandirian fiskal yang tangguh di tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *