Bekaespedia.com, Gudang-Simpang Rimba,- Suasana hutan yang asri di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Permisan, Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Hari Jadi Keanekaragaman Hayati pada Sabtu, (23/5/2026).
Di inisiasi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Nenek, berkolaborasi dengan berbagai komunitas, diantaranya Kelekak Bangka, Kopassas IAIN SAS Bangka Belitung, Institut Hijau Indonesia, Green Leadership Indonesia, Sekam Babel, serta peserta Pramuka dari SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Simpang Rimba, di dukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Bangka Belitung,

Kehadiran para pelajar dan anggota Pramuka SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Simpang Rimba menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Kegiatan diawali dengan apel dan dilanjutkan dengan upacara dikaki bukit Nenek, berlangsung penuh semangat dengan melibatkan berbagai komunitas & pelajar
Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk menjaga kelestarian hutan dan ekosistem sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat serta warisan alam untuk generasi mendatang.
“Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap pentingnya menjaga flora, fauna, dan lingkungan hidup”, jelas Ganang Ardis Elfiando, perwakilan dari BKSDA Sumatera Selatan.
Menurut Ganang, TWA Bukit Permisan kaya akan hayati,
“Keanekaragaman hayati adalah aset besar yang dimiliki Bangka Belitung. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian alam dan ekosistem hutan,” imbuhya.
Selain upacara bersama, kegiatan juga diisi dengan game bersama dan materi tentang Bivak, serta kegiatan kebersamaan lintas komunitas. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di tengah suasana alam Bukit Permisan yang sejuk dan hijau.
TWA Bukit Permisan sendiri selain dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki kekayaan hayati dan potensi ekowisata di Kabupaten Bangka Selatan, juga salah satu bukit yang menyimpan goresan masa lalu atau prasejarah yang ditemukan pada tahun 2018. Di bukit Kepale ini merupakan satu-satunya jejak prasejarah yang berada di Bangka Belitung.
Kawasan ini juga menjadi ruang edukasi alam yang terus didorong sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen yang hadir berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta keberlanjutan keanekaragaman hayati di Bangka Belitung.*(SMM)












