Oleh Rudiyanto S.Pd.,Gr
Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Kabupaten Bangka Selatan
No HP / WA : 085368920586
Bekaespedia.com,- Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita sering menjumpai orang-orang yang ahli maksiat, tidak pernah menjalankan ibadah kepada Allah SWT, tetapi ia dapat hidup dengan bergelimangan harta, memiliki jabatan mentereng, tidak pernah sakit dan memiliki banyak sumber penghasilan. Terkadang kita sebagian orang yang lemah imannya, berprasangka buruk kepada Allah SWT. Padahal, kenikmatan-kenikmatan tersebut sifatnya adalah semu dan merupakan jebakan yang diberikan oleh Allah SWT agar orang tersebut terlena dan binasa. Sebaliknya, orang-orang yang beriman dan bertakwa yang terus diberikan musibah, kesulitan ekonomi, sakit dan cobaan-cobaan lainnya hakikatnya adalah tanda cinta, rahmat dan kemuliaan dan kerinduan Allah SWT terhadap makhluknya yang bersabar dan terus berikhtiar serta berdoa. Beberapa dalil al-quran telah menjelaskan tentang istidraj, antara lain adalah dalam QS. Al-An’am ayat 44 yang artinya: “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa”. Selain itu, dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh HR Ahmad juga disebutkan yang artinya: “Apabila kamu melihat Allah memberian nikmat kepada seseorang hamba yang selalu berbuat maksiat, padahal (seharusnya) dia tidak menyukainya, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj”.
Menurut hemat penulis, beberapa upaya agar kita dapat terhindar dari istidraj adalah sebagai berikut”
Senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
Salah satu upaya agar terhindar dari istidraj adalah dengan memperkokoh iman dan takwa kepada Allah SWT. langkah konkretnya adalah dengan senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah SWT baik yang wajib maupun sunnah serta menjauhi segala larangan-laranganNya seperti maksiat dan lain sebagainya
Memperbanyak rasa syukur
Rasa syukur dapat menghindarkan manusia dari istidraj. Seseorang yang rajin bersyukur akan senantiasa mengingat dan menghargai segala bentuk nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan demikian, ia akan semakin rajin untuk beribadah kepada Allah SWT
Muhasabah diri
Muhasabah diri merupakan introspeksi diri yang dilakukan secara terus menerus akan senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin. Orang-orang yang terjerumus kepada istidraj adalah orang-orang tidak pernah melakukan muhasabah diri
Memperbanyak dzikir dan istighfar
Dengan berdzikir, maka seseorang akan senantiasa ingat kepada Allah SWT. Sedangkan dengan istighfar, maka dosa-dosa seseorang akan berguguran dan diampuni oleh Allah SWT. Dengan senantiasa berdzikir dan beristighfar kepada Allah SWT, maka seseorang akan terhindarkan dari istidraj
Memperbanyak amal ibadah
Dengan senantiasa beribadah kepada Allah SWT, maka manusia akan terhindar dari istidraj. Amal ibadah tersebut dapat berupa amal ibadah wajib seperti shalat 5 waktu maupun sunnah seperti shalat dzuha dan lain sebagainya
Senantiasa mengingat kematian
Jika seseorang sering mengingat kematian, maka ia akan semakin sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Orang-orang yang terjerumus kepada istidraj adalah orang-orang yang terlena dan tertipu oleh kehidupan yang cinta duniawi. Ia tidak sadar bahwa ia sedang dijebak oleh kenikmatan-kenikmatan yang sifatnya semu.
Pada akhirnya, mudah-mudahan kita semua terhindar dari istidraj dan senantiasa menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dunia dan segala tipu dayanya adalah semu dan akhirat adalah selama-lamanya.












