Editor : Meilanto
Kewajiban. Ini terdiri dari jumlah-jumlah berikut:
Ir. S. SNUYF (jumlah utang yang belum dilunasi pada akhir tahun 1932) 82.406,47
Pinjaman dari pemerintah daerah sebesar 144.400,-
Deposito 3.243.10
Kreditur (bunga yang harus dibayar) 3.965.97
Depresiasi 14.500.-
Akun Modal I (yang berada di dekat Piring-selijk Fonds à fonds perdu” jumlah yang disetorkan, terdiri atas):
Kontribusi Dana Lokal sebesar 190.291,79
Subsidi pemulihan bank 75.000.-
Komunitas Tionghoa berjumlah 45.000 jiwa.
Akun Modal II (saldo laba yang ditransfer dari tahun 1932) 310.291.70 (1.981.59)
Total ƒ 560.788,83
Posisi likuiditas.
Dana Lokal f 20.370.-1)
Uang Tunai dan Bank 14.902.15
Debitur Desember 1932 3.348.40
Jumlah f 38.620.55
Dibayar pada bulan Januari:
Pembayaran kembali kepada Ir. S. SNUYF sebesar 30.000.-
Pembayaran bunga (Kreditur) 3.965,97
Total f 33.965.97
Saldo sebesar 4.654,58
Laporan Laba Rugi untuk tahun 1932 (lihat Lampiran 1).
Bunga yang harus dibayarkan kepada Ir. S. SNUYF untuk kuartal terakhir tahun 1932 dihitung atas utang sebesar f 78.663,50 dengan suku bunga 5%, sesuai dengan perjanjian pembayaran tertanggal 10 September 1932; untuk utang yang masih belum dibayar setelah akhir tahun 1932, bunga sebesar 6% harus dibayarkan sesuai dengan perjanjian tersebut, sedangkan seluruh utang harus dilunasi paling lambat tanggal 1 Januari 1938.
Bunga yang harus dibayarkan kepada masyarakat adat untuk paruh kedua tahun 1932 berjumlah f 94.400 (bunga untuk paruh pertama tahun 1932 dibebankan ke Dana Lokal) dan sebesar f 50.000 untuk sekitar tiga bulan: Oktober, November, dan Desember 1932.
PERKIRAAN BIAYA DAN MANFAAT.
Muda.
Untuk jumlah tahunan yang harus dibayarkan sebagai bunga dan pembayaran kembali yang jatuh tempo atas hutang kepada Ir. S. SNUYF, yang pada tahun 1933 diasumsikan sebagai sehubungan dengan itu kepada masyarakat adat, rencana pembayaran telah disusun dalam Lampiran 2, di mana pembayaran dilakukan dalam kelipatan f 500.
Berikut ini adalah gambaran rinci mengenai perkiraan biaya operasional untuk tahun 1933 hingga 1942, termasuk peningkatan bertahap dari tahun 1933 hingga 1940. Bersambung.
Foto : Eks. Kantor PDAM Pangkalpinang yang sempat jadi Warkop. Tangkap layar Google Maps
Catatan : Naskah ini dikutip dari buku WATERLEIDINGBEDRUF PANGKAL PINANG, Tahun 1932. (BP / KM)*












