Semarakkan Bulan Bahasa dan Sastra SMPN 2 Toboali Hidupkan Bahasa Daerah Lewat Lomba 

Suasana kesemarakan Bulan Bahasa dan Sastra di SMPN 2 Toboali

Oleh : Iyek Aghnia

Bekaespedia.com, Toboali,- Tiap bulan Oktober, semenjak 1989 digelar kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra.

Nama Bulan Bahasa dan Sastra sudah digunakan selama 32 tahun.

Sebelumnya semenjak tahun 1980, tiap bulan Oktober Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar kegiatan Bulan Bahasa. Baru pada tahun 1989, namanya diubah menjadi Bulan Bahasa dan Sastra.

Meningkatkan upaya pemasyarakatan bahasa dan sastra di Indonesia adalah tujuan digelarnya Bulan Bahasa dan Sastra.

Tak heran bila sepanjang bulan oktober, digelar berbagai kegiatan yang bermuatan upaya memasyarakatkan Bahasa dan Sastra di kalangan masyarakat. Tak terkecuali di Satuan pendidikan yang ada di seluruh Indonesia.

Tak terkecuali di SMPN 2 Toboali.

Semenjak hari selasa (20/10) hingga 21 oktober 2026, SMPN 2 Toboali menggelar kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra.

Berbagai kegiatan mulai dari lomba Pantun, hingga musikalisasi puisi digelar SMPN 2 Toboali.

Sebagaimana kita pahami bersama, prestasi pelajar SMPN 2 Toboali dalam berbagai bidang bahasa dan sastra sangat fenomena.

Menurut catatan yang penulis dengar dari para guru, berbagai prestasi tingkat Provinsi dan nasional telah mereka persembahkan buat daerah.

Dan seperti diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 3 Toboali Asril kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra di SMPN 2 Toboali adalah upaya untuk melestarikan Bahasa daerah, bahasa Ibu.

Tak heran bila, rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra di SMPN 2 Toboali yang dihadiri Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan yang diwakili Kabid Dikmen Sutami dan para orang tua siswa yang tampil di perlombaan menggunakan bahasa lokal,.bahasa daerah Toboali Bangka Selatan.

Termasuk stand up Comedi yang dimainkan Aridho dan kawan-kawan. Tak terkecuali lagu pada acara pembukaan acara Bulan Bahasa dan Sastra di Satuan pendidikan yang beralamat di jalan AMD Toboali menggunakan lagu daerah.

Cintai Bahasa Indonesia.

Rawatlah bahasa lokal kita, bahasa Ibu kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *