Kurang hebat apa aku?
Nyawa ini terbakar
Amarah meninggi ke ujung penghujung langit!
Tapi bibir ini masih syahdu, mengulum senyum seolah rindu
Kurang hebat apa aku?
Petir itu menyambar pikiran
Angin busuk itu menusuk ubun-ubun
Aku masih ramah bak menyungging bahagia
Kurang hebat apa aku?
Nista hinamu kau saji terang benderang,
Di ujung hidung tanpa rasa bersalah!
Aku masih tertawa hahaha bangsat!
Kurang hebat apa aku?
Demi menjaga mutiara yang telah tercipta
Ku rela melembutkan hati
Agar jiwa-jawa nir dosa itu tak terluka.
Sekali lagi kubertanya,
Kurang hebat apa aku?
Ha???
Toboali, 27 Mei 2029
Sang Peramu Aksara
Agus Bachtiar K












