Bekaespedia.com,- Cahaya indah Matahari mulai menaiki langit. Sementara kopi di gelas mulai menyusut.
Sebuah pesan masuk ke handphone.
Penulis terbelalak. Sebuah pesan yang istimewa. Bahkan spektakuler.
” Izin Bang. Nek mencantumkan name Abang disalah satu karya buku terbaru kami…
Alhamdulillah dalam waktu dekat akan terbit 5 karya buku terbaru kami,” Demikian bunyi pesan istimewa itu jumat (18/9) pagi.
Bangga. Bahagia.
Itu luapan emosi saat membaca pesan dari Rudiyanto. Seorang guru yang mengabdi si sebuah Sekolah Dasar ( SD) Negeri di Kecamatan Airgegas Bangka Selatan.
Selama ini Ustad Rudiyanto, panggilan akrabnya memang dikenal sebagai penulis yang produktif. Hampir setiap hari tulisannya memenuhi ruang opini media massa lokal dan luar Bangka Belitung.
Tulisannya fokus kepada pendidikan. Maklumlah Rudiyanto adalah seorang tenaga pendidik. Guru.
Gaya menulisnya sangat berwarna dengan argumentasi yang kuat. Narasi tulisannya penuh makna. Penuh gagasan untuk kebermajuan dunia pendidikan.
Rudiyanto menulis bisa sesuai dengan passionnya. Kepakarannya. Bidang yang selama ini digelutinya dan dipahaminya.
Sebelumnya pada tahun 2025, tiga buku telah dilahirkan Rudiyanto.
Menulis merupakan sebuah hal yang menggambarkan kemampuan kompetensi seseorang terhadap kepekaan terhadap keadaan dan situasi yang terjadi di lingkungan sekitar ke dalam sebuah tulisan.
Menulis merupakan bentuk komunikasi kita kepada pembaca dengan cara menyampaikan ide, gagasan dan pikiran melalui sebuah tulisan.
Selamat Rudiyanto untuk lima (5) buku terbarunya. Kami bangga bahkan sangat bahagia membaca informasi luarbiasa ini.
Pak Guru penulis memang luarbiasa. Penulis Bangka Selatan memang luarbiasa.
“Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak.”
( Ali bin Abi Thalib)












