Menciptakan Suasana Kelas yang Menyenangkan: Kunci Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar

Suasana di Ruang Kelas Sumber: Penulis

Penulis: Asti vinanta, Ghea Andini dan Nafilah Vallery (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung)

 

Asti vinanta, Ghea Andini dan Nafilah Vallery yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, melaksanakan observasi di SD 2 Pangkalpinang untuk mengamati langsung praktik manajemen kelas. Mereka menemukan bahwa penerapan suasana dikelas dan ruang belajar sangat berpengaruh dalam menciptakan pembelajaran yang efektif

Suasana di dalam kelas sangat berpengaruh dalam membantu siswa berpikir dengan jelas saat belajar. Oleh karena itu, diperlukan lingkungan yang menyenangkan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Untuk mencapainya, manajemen kelas yang baik sangat penting agar aktivitas mengajar dan belajar dapat berlangsung dengan baik, sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terealisasi. Kelas adalah tempat di mana anak-anak memperoleh pengetahuan, berinteraksi dengan teman-teman, serta mengembangkan kepribadian yang positif. Diharapkan aktivitas belajar siswa di sekolah dapat berlangsung intensif di dalam kelas. Di dalam kelas, terdapat siswa yang bisa dilihat dari berbagai aspek, seperti cara mereka belajar, karakter individu, interaksi sosial, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab dalam proses pembelajaran.

Menurut pandangan kita,”suasana kelas yang menyenangkan adalah ketika para siswa tampak bahagia dan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan aktif. Siswa saling berkomunikasi dengan menyampaikan pendapat kepada teman-teman dan juga kepada guru. Seolah-olah tidak ada batasan antara murid dan pengajar”. Faktor yang menyebabkan siswa merasa jenuh di dalam kelas biasanya disebabkan oleh metode pengajaran yang itu-itu saja dan suasana kelas yang kurang inovatif. Kondisi ini membuat siswa sulit untuk berkonsentrasi saat belajar. Ruang kelas yang tidak memiliki kreativitas mengakibatkan siswa kehilangan minat. Secara umum, pelajaran dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi fisik dan dari sudut pandang siswa. Nawawi mengamati kelas dari dua perspektif. Pertama, kelas dalam definisi terbatas, adalah ruangan yang dikelilingi oleh empat dinding, tempat sekelompok siswa berkumpul dan ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar. Mengajar dalam konteks ini cenderung statis karena dipengaruhi oleh batasan usia masing-masing, yang hanya mengelompokkan siswa berdasarkan tahap perkembangan mereka. Kedua, kelas dalam arti yang lebih luas, yaitu kelompok kecil yang bagian dari komunitas sekolah, diorganisir sebagai satuan kerja yang dinamis dan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai tujuan tertentu.

Langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan ini di SDN Pangkalpinang dimulai dengan membangun hubungan yang baik antara siswa dan guru. Contohnya, menyapa setiap siswa secara individu ketika mereka memasuki kelas. Selanjutnya, kita perlu merancang suasana kelas yang menarik, yang berarti adanya kolaborasi antara guru dan siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif. Terakhir, kita perlu menyusun peraturan kelas dengan melibatkan siswa, seperti menciptakan aturan tentang kedatangan siswa yang terlambat. (BP)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *