Karya: Yanto In Action
Di kelam malam, rembulan bersembunyi malu,
Bintang-bintang berbisik, menyampaikan rindu.
Mekkah berdebar, menanti hadirnya insan suci,
Muhammad, sang fajar, membelah kegelapan abadi.
Dari rahim ibunda, terpancar aura ilahi,
Wajahnya laksana purnama, menyejukkan kalbu yang sepi.
Malaikat berarak, sayap-sayapnya bergemerincing,
Menyambut sang kekasih, dengan cinta tak terhingga.
Dunia yang dulu terjerembab dalam nista,
Kini merekah, disirami cahaya cinta.
Muhammad hadir, membawa lentera kebenaran,
Menuntun jiwa yang tersesat, menuju taman kedamaian.
Tutur katanya bagai mutiara, berbinar indah,
Akhlaknya laksana mawar, menebar wewangian berkah.
Cinta kasihnya seluas samudra, tak bertepi,
Muhammad, sang nabi, teladan abadi.
Setiap langkahnya adalah simfoni kebaikan,
Mengalun merdu, menghapus segala nestapa dan kesengsaraan.
Al-Quran menjadi kompas, menuntun langkah,
Menuju ridha Ilahi, impian yang tak pernah punah.
Ya Rasulullah, rindu ini membara dalam jiwa,
Syair dan doa adalah pelipur lara.
Semoga syafaatmu menjadi naungan,
Di dunia fana, hingga surga abadi, penuh kebahagiaan.
Cahaya abadi teruslah berpijar,
Menembus kalbu yang terbalut kabut samar.
Muhammad, engkaulah pelita hati,
Cinta dan rindu ini takkan pernah mati.
Lahirmu adalah anugerah tak terperi,
Bagi semesta raya, tiada duanya lagi.
Muhammad, engkaulah nabi pilihan,
Cahaya abadi, sepanjang zaman.
Bumi Indonesia,12 Robiul Awwal 1447 H
—————————————————————-
5 Sepetember 2005 Masehi












