Oleh : Estiqomah, S.Pd. (Guru di SMP Negeri 2 Toboali dan peserta Pelatihan Mendalam 2025)
Bekaespedia.com. Menjadi guru model kegiatan pembelajaran mendalam adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Tak pernah terpikirkan dan terbayang akan menjadi guru model perwakilan rumpun IPS. Saat pertama kali terpilih menjadi guru model jujur saya merasa gugup, cemas sekaligus takut. Takut tidak menjadi guru model sesuai harapan para fasilitator dan rekan satu rumpun tidak sesuai ekspektasi.
Sebelum ke kelas, saya mulai bertanya dalam diri. Apakah saya mampu memfasilitasi pembelajaran yang benar-benar dapat membuat pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan? Namun, semua kecemasan itu mulai mencair ketika saya melihat murid mencoba memahami, bertanya, dan saling membantu saat diskusi, presentasi, dan wawancara.
Beberapa momen yang sangat berkesan saat pembelajaran, terutama pembelajaran yang dilakukan di luar kelas dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Pertama saat OJT 2 pembelajaran di halaman sekolah di bawah pohon yang rindang (pembelajaran IPS ala-ala LCC). Saat sebuah kelompok yang biasanya pendiam akhirnya berani menyampaikan ide dan jawaban terbaik. Suara murid pun riuh, ramai memecah keheningan angin yang lewat. Saya melihat keseruan dan murid sangat menikmati pembelajaran di hari itu. Kedua, pada sesi refleksi ada kalimat yang sangat menyentuh saat murid menuliskan di sticky note, yaitu: “Bu, besok- besok kita belajar seperti ini lagi ya!” Sungguh ajakan yang membuat senyum simpul saya sebagai guru.
Ketika OJT 3, pada saat pembelajaran dengan menerapkan metode wawancara, murid bereksplorasi dalam membuat pertanyaan dan video dihari itu. Para murid bertemu langsung dengan para penjual dan melihat proses kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi di kantin-kantin sekolah, kebetulan materi tentang aktivitas ekonomi dilingkungan sekitar. Terakhir saat presentasi dari hasil wawancara, ada satu kelompok yang menyajikan pantun pembuka dan penutup saat presentasi. Sungguh hal itu diluar dugaan, saya sebagai guru IPS merasa sangat senang. Dalam hati merasa inilah inti dari pembelajaran mendalam: memberi ruang bagi murid untuk menemukan kekuatan mereka sendiri untuk berekspresi.
Pengalaman itu membuat saya semakin yakin bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar metode. Ini adalah perjalanan hati dan pengalaman yang berarti yang membuat saya tetap jatuh cinta pada profesi guru dan bangga menjadi guru demi mewujudkan Indonesia cerdas. (BP/ KM)*













Tulisan ini memperlihatkan betapa kuatnya peran guru dalam membentuk pengalaman belajar yang berkesan. Bukan hanya memfasilitasi pembelajaran, tetapi juga membangkitkan semangat murid untuk berpikir, bertanya, dan berkarya. Momen-momen kecil yang dibagikan—dari suasana belajar di alam hingga refleksi sederhana murid—menjadi pengingat bahwa pendidikan yang baik selalu dimulai dari kepedulian dan kesungguhan. Melalui pengalaman sebagai guru model, ini telah menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang mampu menyentuh hati murid. Terima kasih atas dedikasi dan inspirasinya ibu Esti.