Epedemi Cacar dan Kolera di Pulau Lepar

Oleh : Dato’ Akhmad Elvian, DPMP

Berdasarkan statistik penduduk Bangka Tahun 1848, sumber: P. Bleeker. “Bijdragen tot de kennis van de statistiek der bevolking van de Eilanden Banka en Biliton” dalam Indisch Archief Tijdschrift, No.III, tahun 1850, halaman 393 dinyatakan bahwa penduduk pulau Lepar berjumlah hampir 1000 jiwa digabungkan dengan Distrik Toboali, dan jumlah angka dari penduduk yang ada bisa dianggap tepat. Jumlah penduduk Distrik Toboali termasuk pulau Lepar berjumlah 5.549 Orang, dengan jumlah kampung 32 kampung, pribumi Bangka 3.513 orang, Melayu 725 Orang dan orang Cina 1.311 Orang. Menjelang Tahun 1860, menurut laporan Residen Bangka, di Pulau Lepar berjangkit beberapa epidemi cacar, kolera, dan penyakit lain. Hal ini disebabkan oleh gagalnya panen padi, sebagai akibat dari musim kemarau yang terlampau lama dan banyaknya hama yang menyerang tanaman. Berhubung sulitnya mencari bahan makanan pokok, orang mencoba makan apa adanya, dengan mengabaikan kesehatan. Akibatnya muncul epidemi penyakit di pulau ini. Koloniale Verslag 1856, S Gravenhage: Gedrukt ter Algemeene Landsdeukkerij, hal.26,131,147

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *