Festival Anak Bangka Barat: Dari Langkah Kecil Menuju Pembangunan yang Berjiwa

Laporan : Belva

Bekaespedia.com, Festival Anak Bangka Barat: Dari Langkah Kecil Menuju Pembangunan yang Berjiwa

Mentok, Bangka Barat — Dentuman drum kecil dan tawa riang anak-anak menggema di halaman Gedung Graha Aparatur, Rabu (22/10/2025) pagi. Di antara dinding kusam bangunan pemerintah itu, warna-warni kostum marching band dan bendera anak-anak PAUD seolah menyalakan kembali semangat pembangunan yang sesungguhnya: membangun manusia sejak dini.

Festival Anak dan peluncuran Mars PAUD Bangka Barat dibuka langsung oleh Bupati Bangka Barat, Markus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi awal kebangkitan semangat pendidikan anak usia dini di daerah.

“Saya bangga dapat meluncurkan Mars PAUD Bangka Barat, sebagai wujud komitmen dan semangat baru dalam pendidikan anak usia dini. Melalui mars ini, kita tumbuhkan generasi yang ceria, cerdas, dan berkarakter,” ujar Markus di hadapan ratusan anak, guru, dan orang tua yang memenuhi halaman.

Tak hanya meluncurkan mars, Markus juga menyampaikan rencana pembangunan alun-alun baru di Lapangan Gelora Mentok yang akan dimulai pada awal tahun depan. Ia menyebut, pembangunan tersebut akan menjadi ruang publik ramah anak yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan pelaku UMKM.

“Ruang terbuka ini bukan sekadar taman, tetapi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi,” tambahnya. Ia juga menargetkan agar setiap kecamatan di Bangka Barat memiliki satu Ruang Terbuka Ramah Anak (RTRA), sebagai simbol pemerataan pembangunan yang berpihak pada generasi muda.

Sementara itu, Bunda PAUD Bangka Barat, Evi Astura, menyampaikan bahwa Festival Anak bukan hanya ajang hiburan, tetapi sarana pembelajaran nilai-nilai karakter bagi anak-anak.

“Festival ini bukan semata untuk berlomba, tetapi tempat anak-anak mengekspresikan diri, belajar percaya diri, dan mengatur emosi. Dari sinilah lahir generasi yang kuat dan berjiwa sosial,” ungkap Evi yang tampak tersenyum saat menyaksikan penampilan anak-anak.

Di dalam aula Graha Aparatur, suasana berubah menjadi lautan warna. Balon merah, ungu, dan biru menghiasi panggung, bunga plastik berjejer di tepi panggung, sementara anak-anak PAUD tampil dalam kostum kuning dan hitam membawakan lagu serta tarian. Suara mereka kecil, tapi maknanya besar seolah berkata bahwa pembangunan tidak hanya lahir dari rancangan pemerintah, tetapi juga dari tawa dan keberanian anak-anak bermimpi.

Para guru berdiri di sisi panggung, menatap murid-muridnya dengan mata yang berbinar. Bagi mereka, setiap gerakan kecil di atas panggung adalah hasil dari dedikasi panjang mengajarkan keberanian dan disiplin sejak dini. “Anak-anak ini bukan hanya belajar membaca dan berhitung, tapi juga belajar menjadi manusia yang percaya diri,” tutur salah satu guru PAUD yang hadir.

Makna kegiatan ini tergambar jelas dalam dua momen yang menjadi saksi hari itu. Di luar gedung, anak-anak berbaris di depan Graha Aparatur yang catnya mulai pudar, namun justru di situlah keindahan muncul karena di antara warna usang itu, tumbuh semangat baru yang cerah. Sedangkan di dalam aula, panggung sederhana berubah menjadi taman harapan. Setiap balon dan bunga menjadi lambang betapa pentingnya memberi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam kegembiraan.

Bupati Markus menyebut bahwa pendidikan usia dini adalah akar dari pembangunan berkelanjutan. “Jika ingin membangun negeri yang kuat, mulai dari anak-anak. Karena dari mereka lahir masa depan Bangka Barat yang berkarakter,” ujarnya menutup acara.

Festival Anak dan launching Mars PAUD Bangka Barat bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat halus bahwa pembangunan sejati tidak hanya tercatat dalam laporan proyek dan angka-angka, tapi dalam senyum dan langkah kecil anak-anak yang hari ini berani tampil di panggung kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *