Oleh: Yanto
Bekaespedia.com, Bangka Selatan, Jamaah Istighosah dan Hadiyu mengajarkan kita bahwa merayakan Maulid itu nggak harus mewah. Cukup dengan hati yang tulus, sholawat yang merdu, dan… jangan lupa bawa botol minum sendiri, biar nggak kehausan pas Mahalul Qiyam!
Di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Jamaah Istighosah dan Hadiyu Bangka Selatan kembali menghidupkan tradisi yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Kegiatan yang dilaksanakan ba’da Isya ini menjadi momentum penting bagi jamaah kultural NU Bangka Selatan untuk merayakan Maulid Nabi dengan penuh khidmat dan sukacita.
Dipandu oleh MC Bapak Hilman SR, M.Pd., acara ini dihadiri oleh para sesepuh, tokoh agama (yai), serta para pemuda yang bersemangat. Dibuka dengan bacaan Bismillah, acara dilanjutkan dengan lantunan sholawat yang menggetarkan hati, mengiringi pembacaan Al-Barzanji yang dibawakan dengan indah oleh Hadroh santri SMP NU. Alunan musik islami yang syahdu menambah kekhusyukan suasana, membawa para hadirin hanyut dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pembacaan Al-Barzanji dan Mahalul Qiyam menjadi puncak acara, diikuti dengan doa yang dipanjatkan dengan penuh hidmat, memohon keberkahan dan ridho Ilahi. Kultum singkat dengan tema “Peduli, Cinta, Nurani Umat” memberikan sentuhan reflektif, mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa peduli terhadap sesama, menumbuhkan cinta kasih, dan mengasah nurani dalam setiap aspek kehidupan.
Semangat kebersamaan yang terjalin dalam amaliyah istighosah dan hadiyu ini diharapkan dapat terus eksis di bumi Jungjung Besaoh, menjadi wadah untuk menjemput ridho Ilahi dan meraih keberkahan hidup. Semoga tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.












