Menatap Kamar Bersalin

Oplus_131072

Karya : Indra Pirmana

 

Tiga puluh menit rasa gelisah menyelimuti

Menanti kekasih yang sedang berjuang separuh nyawa

Detak jantungku tak beraturan

Tetesan air mata mengalir indah.

Aku tunggu sejuta harapan gemilang di depan pintu.

Namun takdir berkata lain, kehilangan datang tanpa diundang.

 

Di depan pintu aku menatap

Rasa gundah menyelimuti dalam kesunyian.

Apakah aku mampu mendengar kata kuret?

Jagalah kekasihku yang berjuang di ruangan sepi,

Melawan rasa sakit yang mendalam

Sabar, meski raga belum menatap bayi.

 

Tatapan tajam menuju kamar bersalin

Tak terdengar suara apapun

Meski rasa kehilangan yang begitu dalam

Aku hanya bisa berdoa,

Membayangkan bayi mungil di jemput malaikat,

Kembali kepada-Nya.

 

Majalengka, 4 April 2025.

Exit mobile version