Oleh : Jason Aliandoku (Siswa SDN 6 Koba)
Hai teman-teman, hari ini kita akan belajar tentang menjaga bumi ya guys (teman-teman). Menjaga bumi bukan menjaga bumi selama 24 jam tanpa henti ya teman-teman. Menjaga bumi di sini maksudnya adalah merawat bumi dan tidak merusak bumi. Merusak bumi misalnya melakukan pembakaran sampah secara terbuka, menebang pohon untuk lahan perkebunan dan pertanian, membuang sampah sembarangan, dan membuang limbah pabrik ke sungai yang dapat mencemari air sungai dan dapat mengakibatkan ikan dan makhluk hidup yang ada di sungai mati.
Berbagai jenis tumbuhan dan hewan hidup di bumi, mereka membutuhkan udara yang bersih dan air yang segar untuk bertahan hidup. Udara yang sehat dapat terwujud jika kita sebagai manusia kembali memupuk rasa kepedulian terhadap bumi. Misalnya dengan cara gerakan menanam 1.000 pohon dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor yang menghasilkan gas karbondioksida yang dapat merusak lapisan ozon.
Alasan pentingnya kita menanam pohon adalah karena tumbuhan merupakan kunci dari kehidupan yang mana mereka menyediakan makanan bagi makhluk hidup lain. Tumbuhan tersebut menyerap energi dari matahari dan mengubahnya menjadi makanan. Pohon dan tumbuhan yang lain melepaskan oksigen ke udara membuat udara bersih dan sejuk sehingga cocok untuk bernapas. Tanpa oksigen, hanya sedikit makhluk hidup yang dapat bertahan hidup.
Selain tumbuhan, air juga merupakan hal yang tak kalah penting bagi kehidupan. Air jatuh ke bumi sebagai hujan dan mengalir ke laut. Panas matahari menguapkan air tersebut membentuk awan dan jatuh berupa air hujan yang bersih meresap ke tanah dan ke sumur warga sehingga layak minum setelah proses perebusan. Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup. Tetapi, banyak orang yang sulit untuk mendapatkan air bersih karena limbah pabrik dan sampah yang dibuang ke sungai dan laut oleh manusia, dapat mengotori pasokan air bersih. Oleh karena itu, kita harus membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang limbah pabrik dan sampah sembarangan. Banyak sungai dan laut yang dulunya bersih dan indah tetapi sekarang sudah tercemar oleh sampah dan limbah pabrik dan tidak ada orang yang ingin membersihkannya. Oleh karena itu juga, kita harus menjaga agar sungai dan laut tetap bersih dan tidak tercemar.
Di daerahku, ada danau bernama danau kaolin. Danau kaolin adalah bekas galian tambang yang terus-menerus digali oleh penambang liar tanpa reklamasi atau pemulihan lahan bekas tambang menjadi lahan yang produktif. Lubang itu semakin membesar yang lama-kelamaan terisi air hingga menjadi danau. Airnya berwarna biru, itu terjadi karena pantulan sinar matahari pada air yang jernih, kontras dengan dasar dan dinding danau yang mengandung kaolin atau mineral putih dan logam sisa galian tambang. Kandungan mineral dan keasaman tinggi membuat warna birunya menyala, terutama saat siang hari.
Ada lagi nih teman-teman kejadian yang tak kalah menarik lainnya yaitu tentang pabrik pengolahan buah kelapa sawit menjadi minyak goreng yang berada di kotaku. Kabarnya limbah buangan dari pabrik tersebut tidak ditangani dengan baik sehingga menyebabkan pencemaran yaitu lingkungan menjadi kotor dan udara menjadi bau, bau yang tidak sedap tentunya.
Hal-hal di atas berdampak langsung terhadap air yang kita minum dan air sumur warga masyarakat yang tinggal di daerah pabrik tersebut berwarna keruh kecoklatan dan rasanya asam dan berbau kurang sedap. Kondisi seperti ini sungguh sangat menyedihkan bukan? Kasihan warga harus membeli air galon isi ulang untuk minum sehari-hari.
Dari beberapa kejadian di atas, mari kita bersama-sama mengambil pelajaran pentingnya menjaga kelestarian alam kita agar bumi kita tetap sehat, sehingga makhluk hidup yang hidup di dalamnya pun senantiasa sehat. (BP / KM)*
Catatan: Cerpen ini merupakan karya peserta FLS3N Tingkat Kecamatan Koba Tahun 2026 cabang menulis cerita.
