Oleh: Yanto.M,Pd
(Guru & Penulis SMPN 3 TOBOALI)
Bekaespedia.com,- Tulisan Dapat menjadi Salah satu sarana menyampaikan ilmu yang bermanfaat.Namun,bukan setiap tulisan otomatis menjadi amal yang terus mengalir; yang perlu diusahakan adalah kebenaran isi dan manfaatnya bagi pembaca.
Maka,jangan hanya bertanya,” Berapa banyak orang membaca tulisanku?”Tanyakan pula,Adakah orang yang terbantu memahami sesuatu atau terdorong melakukan kebaikan?”
*Pena dan ilmu dalam lslam*
Allah SWT berfirman yang artinya:
” Yang mengajarkan ( manusia )
dengan pena.Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui.” ( QS.Al-‘Alaq :4-5.
Allah juga berfirman:
“Nun.Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”(QS.Al-Qalam: 1.
Ayat- ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya pena dalam kehidupan berilmu.Melalui tulisan, pengetahuan dapat disimpan, dipelajari,dan dibagikan.Karena itu, menulis bukan hanya kesempatan untuk berkarya,tetapi juga amanah untuk menjaga kebenaran.
*Menulis Bukan Melamun , Tetapi Pekerjaan jiwa dan jalan Kebaikan*
Eit! jangan terburu – buru menganggap orang yang sedang menulis hanya duduk diam dan melamun. Dibalik keheningannya,ada pikiran yang sedang ditata, pengalaman yang direnungkan,dan kata- kata yang dipilih serta mencari referensi dari sumber sumber referensi terpercaya agar dapat memberi manfaat sebanyak – banyak bagi pembaca.
Menulis bukan sekedar mengisi halaman. Ia adalah usaha menangkap gagasan,menguji kebenaran,dan menyampaikanya dengan penuh tanggung jawab.Dalam islam, kegiatan ini dapat menjadi ibadah apabila diniatkan untuk kebaikan dan dilakukan dengan cara yang benar.
*Mulailah,Tidak Harus Sempurna*
Budi Setyarso, saat itu menjadi Pemimpin Redaksi Koran Tempo, menekankan bahwa menulis yang baik merupakan hasil latihan, bukan semata – mata bakat.Bahkan seorang pegiat litetasi sekaligus duta baca Indonesia nasional yang terkenal di dunia literasi Gol A Gong atau Heri Hendrayana Haris disaat melakukan safari literasi dan temu pegiat literasi Banka selatan di “kopi kite ” Toboali beliau mengatakan penulis yang baik adalah berproses.
Mulailah dari sati paragraf: pelajaran hari ini,ringkasan bacaan,atau pengalaman yang mengandung hikmah.Baca kembali,periksa kebenarannya,lalu perbaiki penyampaiannya.
Pramoedya Ananta Toer dikenal dengan ungkapan, “Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Bagi seorang Muslim, ungkapan ini dapat menjadi bahan renungan: bukan hanya bagaimana kita dikenang, melainkan bagaimana karya kita berguna.
Menulislah bukan untuk terlihat paling pandai, tetapi untuk terus belajar dan berbagi.Tidak harus langsung menjadi buku.Tidak harus segera mendapatkan pujian.
*Hikmah Menulis: Mengajak Diri Sendiri Ikut Belajar*
Ketika menulis tentang kesabaran,kita dapat bertanya kepada diri sendiri: sudahkah aku mencoba bersabar?
Ketika menulis tentang kasih sayang, kita perlu menimbang: apakah caraku menasihati justru merendahkan orang lain?
Dengan demikian, menulis dapat Kita jadikan ruang muhasabah, motivasi, inspirasi baik untuk diri sendiri dan untuk orang lain.Setiap kata atau kalimat yang kita tulis kemudian dibaca orang banyak yang membangkitkan semangat berbuat baik dan kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari itulah sedekah untuk kita yang terus mengalir.












