Puisi Mamuk SPMA 

Gunung

 

Diantara gunung gunung emas berserakan di negri perut gembung

Dilahirkan manusia bajang

Berteman Penyu Blimbing Naga

 

Menggiring angin Selatan

Barat daya

Hingga Timor Timur

 

Dengan menunggang Kuda Sembrani

Menebarkan tontonan juga tuntunan

Kepada alam semesta raya

 

Juga remah-remah, siput, semut

Maupun Tengu memerah darah segar

Agar terhubung dengan Sang Maha Daya

 

Aksara Jawa, Sansekerta, Jawa Kuno, Romawi kuno maupun Huruf kanji

Memenuhi seluruh tubuh anak bajang tanpa sisa

 

Juga Pegon tak ketinggalan pula

Huruf-huruf termuda selain tersebut di atas

Mampukah semua manusia waras mengeja dan memaknainya dengan nilai-nilai kebermanfaatan

 

Aku hanya berharap demikian adanya

Kerna aku tak pernah meremehkan siapa-siapa

Juga apa-apa

 

Yang kutahu hanya sedikit memanfaatkan akal Budi

Serta segala daya upaya yang kuusahan sepenuhnya kesungguhan

Dunia ini memang benar penuh permainan

 

Namun aku tidak pernah main-main dengan kehidupan ini apalagi kehidupanku sendiri

Dipermainkan sesama manusia sering

Diremehkan pun sering

 

Dimasukkan ke dalam comberan Empang pun apa lagi

Keadaan menempa diri, tubuh juga jiwaku semakin merapat dan akrab sekali terhadap “kahanan”

Akan sampai kapan?

 

Aku pun tak pernah tau

Gak mau tau

Yang paling penting adalah melakukan dan menjalankan kehendak Keseimbangan Makrokosmos

 

Jogja, 27012025. 23.23.

Exit mobile version