Gunung
Diantara gunung gunung emas berserakan di negri perut gembung
Dilahirkan manusia bajang
Berteman Penyu Blimbing Naga
Menggiring angin Selatan
Barat daya
Hingga Timor Timur
Dengan menunggang Kuda Sembrani
Menebarkan tontonan juga tuntunan
Kepada alam semesta raya
Juga remah-remah, siput, semut
Maupun Tengu memerah darah segar
Agar terhubung dengan Sang Maha Daya
Aksara Jawa, Sansekerta, Jawa Kuno, Romawi kuno maupun Huruf kanji
Memenuhi seluruh tubuh anak bajang tanpa sisa
Juga Pegon tak ketinggalan pula
Huruf-huruf termuda selain tersebut di atas
Mampukah semua manusia waras mengeja dan memaknainya dengan nilai-nilai kebermanfaatan
Aku hanya berharap demikian adanya
Kerna aku tak pernah meremehkan siapa-siapa
Juga apa-apa
Yang kutahu hanya sedikit memanfaatkan akal Budi
Serta segala daya upaya yang kuusahan sepenuhnya kesungguhan
Dunia ini memang benar penuh permainan
Namun aku tidak pernah main-main dengan kehidupan ini apalagi kehidupanku sendiri
Dipermainkan sesama manusia sering
Diremehkan pun sering
Dimasukkan ke dalam comberan Empang pun apa lagi
Keadaan menempa diri, tubuh juga jiwaku semakin merapat dan akrab sekali terhadap “kahanan”
Akan sampai kapan?
Aku pun tak pernah tau
Gak mau tau
Yang paling penting adalah melakukan dan menjalankan kehendak Keseimbangan Makrokosmos
Jogja, 27012025. 23.23.
