Opini  

Ramadhan Jembatan Menjadi Luar Biasa Dari Yang Bias

Oleh: Yanto,M,Pd (Guru, Motivator & Da,wah Indonesia)

Bekaespedia.com, Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang seringkali membuat kita terjebak dalam rutinitas yang monoton, hari ke-21 Ramadhan datang sebagai titik balik yang penuh makna. Bagi sebagian orang, angka “21” mungkin hanya sekadar penomoran hari dalam bulan suci – sebuah angka yang tidak lebih penting dari hari-hari sebelumnya. Namun bagi mereka yang menyadari nilai hakiki dari sepuluh malam terakhir Ramadhan, hari ke-21 bukan sekadar angka, melainkan pintu gerbang menuju malam-malam yang dicari oleh para salihin sepanjang masa: malam-malam ganjil yang menjadi tempat persembunyian kemuliaan Lailatul Qadar.

Pesan yang disampaikan dalam tulisan tersebut sangat menyentuh hati dan menyadarkan kita akan kesalahpahaman yang sering terjadi di kalangan umat Muslim. Banyak di antara kita yang hanya menunggu dengan pasrah hingga malam ke-27, menganggap bahwa malam itu lah yang pasti menjadi Lailatul Qadar. Padahal, sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dengan jelas mengajak kita untuk mencari Lailatul Qadar pada seluruh malam ganjil di sepuluh terakhir – bukan hanya satu malam tertentu. Sikap menunggu pasrah tanpa usaha sama sekali bertentangan dengan esensi ajaran Islam yang mengajarkan bahwa usaha dan doa adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dalam meraih berkah dari Allah SWT.

Hari ke-21 menjadi penting karena ia adalah malam ganjil pertama dari sepuluh malam terakhir. Ini adalah saat yang tepat untuk memulai langkah nyata dalam memburu kemuliaan yang tidak ternilai harganya. Seperti yang dikatakan, “Malam ini mungkin biasa bagi sebagian orang. Tapi bisa jadi luar biasa bagi yang hatinya hidup.” Perbedaan antara yang melihatnya sebagai malam biasa dan yang melihatnya sebagai malam luar biasa terletak pada kedalaman kesadaran dan kesungguhan dalam beribadah. Hati yang hidup akan merasakan getaran spiritual yang mendalam, menyadari bahwa setiap detik yang dihabiskan dalam ibadah, doa, dan istighfar pada malam ganjil ini adalah investasi untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Doa yang diajarkan Nabi ﷺ – “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku” – menjadi senjata utama kita dalam menghadapi malam ganjil ini. Doa ini tidak hanya mengajak kita untuk memohon ampunan, tetapi juga mengajarkan kita untuk memiliki hati yang penuh pemaafan kepada sesama. Dalam kesederhanaan kalimat doa tersebut terkandung makna yang luas tentang hubungan kita dengan Allah SWT dan hubungan kita dengan sesama makhluk-Nya. Ketika kita sungguh-sungguh memohon ampunan dengan hati yang tulus, kita juga secara tidak langsung membuka diri untuk menerima berkah dan kemuliaan yang Allah SWT sediakan pada malam ganjil tersebut.

Pesan penting lainnya yang dapat kita petik adalah bahwa Lailatul Qadar bukan milik mereka yang hanya menunggu dengan diam, melainkan milik mereka yang aktif mencari. Ini adalah pengingat bahwa dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam beribadah, usaha adalah prasyarat yang tidak dapat diabaikan. Kita tidak boleh hanya bermimpi untuk meraih Lailatul Qadar tanpa melakukan upaya nyata – seperti memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, memberikan sedekah, dan memperbaiki diri. Setiap usaha yang kita lakukan dengan ikhlas akan selalu mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, terutama pada malam-malam yang penuh berkah seperti ini.

Hari ke-21 Ramadhan seharusnya menjadi awal dari perubahan yang mendalam dalam kehidupan spiritual kita. Bukan hanya sebagai malam untuk beribadah, tetapi juga sebagai momen untuk menyadari bahwa waktu adalah anugerah yang sangat berharga yang tidak akan pernah kembali. Ketika kita menghargai setiap malam ganjil dengan sepenuh hati dan kesungguhan, kita sedang membangun jembatan yang menghubungkan kehidupan kita yang biasa menjadi kehidupan yang luar biasa – kehidupan yang penuh berkah, keberkahan, dan kebahagiaan yang abadi. Semoga setiap langkah kita dalam mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil hari ke-21 ini membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT dan menjadikan bulan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik terbaik dalam perjalanan hidup kita menuju kebahagiaan akhirat.

 

 

Exit mobile version