HM. Rasyid Ridho, S. Ag, Ketua DMI BABEL
Laporan : HM. Murar
Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Ketua PW DMI Provinsi Bangka Belitung, HM. Rasyid Ridho,S.Ag mengajak pengurus DKM se-Babel untuk mengembalikan fungsi masjid sebagaimana di zaman Rasulullah SAW, sebagai pusat halqoh ilmu, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan akhlak umat.
Ajakan itu disampaikan dalam Dialog Tokoh Umat Babel bertema: “Revitalisasi Masjid Ala Nabi” di Pangkalpinang, Ahad (13/9/2026).
“Jika kita berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, di sana kita dapati halqoh ilmu yang hidup dari waktu ke waktu. Inilah yang perlu kita hidupkan kembali. Masjid harus menjadi rumah kedua umat yang menyejukkan,” tegas Rasyid Ridho.
Ia mengutip firman Allah SWT:
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah”(QS. At-Taubah: 18)
Dan juga hadits shohih:
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim)
Menurut Rasyid Ridho, tantangan umat hari ini adalah penguatan literasi, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ukhuwah. Dan masjid adalah pusat solusinya.
“Untuk penguatan literasi, mari kita hidupkan halqoh pendidikan Al-Qur’an dan skill. Untuk peningkatan kesejahteraan, kita dorong Baitul Mal produktif dan koperasi berbasis masjid. Untuk penguatan ukhuwah, kita jadikan masjid tempat dialog dan kaderisasi pemimpin,” jelasnya.
Beliau mendorong agar setiap kabupaten/kota di Babel memiliki 1 masjid percontohan dengan program halqoh rutin, pelatihan UMKM, dan pembinaan generasi muda.
“Karena peradaban besar akan lahir dari halqoh ilmu di masjid. DMI Babel siap mengawal gerakan ini,” pungkasnya.
Acara menghadirkan Ustadz Firman Saladin (Pemerhati Sosial) dan Sofiyan Rudianto (Cendekiawan Musllim), ratusan pengurus DKM hadir dan berkomitmen menindaklanjuti hasil seminar.
Laporan : HM. Murar
Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Ketua PW DMI Provinsi Bangka Belitung, HM. Rasyid Ridho,S.Ag mengajak pengurus DKM se-Babel untuk mengembalikan fungsi masjid sebagaimana di zaman Rasulullah SAW, sebagai pusat halqoh ilmu, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan akhlak umat.
Ajakan itu disampaikan dalam Dialog Tokoh Umat Babel bertema: “Revitalisasi Masjid Ala Nabi” di Pangkalpinang, Ahad (13/9/2026).
“Jika kita berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, di sana kita dapati halqoh ilmu yang hidup dari waktu ke waktu. Inilah yang perlu kita hidupkan kembali. Masjid harus menjadi rumah kedua umat yang menyejukkan,” tegas Rasyid Ridho.
Ia mengutip firman Allah SWT:
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah”(QS. At-Taubah: 18)
Dan juga hadits shohih:
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim)
Menurut Rasyid Ridho, tantangan umat hari ini adalah penguatan literasi, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ukhuwah. Dan masjid adalah pusat solusinya.
“Untuk penguatan literasi, mari kita hidupkan halqoh pendidikan Al-Qur’an dan skill. Untuk peningkatan kesejahteraan, kita dorong Baitul Mal produktif dan koperasi berbasis masjid. Untuk penguatan ukhuwah, kita jadikan masjid tempat dialog dan kaderisasi pemimpin,” jelasnya.
Beliau mendorong agar setiap kabupaten/kota di Babel memiliki 1 masjid percontohan dengan program halqoh rutin, pelatihan UMKM, dan pembinaan generasi muda.
“Karena peradaban besar akan lahir dari halqoh ilmu di masjid. DMI Babel siap mengawal gerakan ini,” pungkasnya.
Acara menghadirkan Ustadz Firman Saladin (Pemerhati Sosial) dan Sofiyan Rudianto (Cendekiawan Musllim), ratusan pengurus DKM hadir dan berkomitmen menindaklanjuti hasil seminar.












