Rinai Rindu Yang Hilang

Rinai Pagi Subuh
Meruarkan harum wangi tana basah
Seharum wangi tubuh perempuan ku

Sedingin titik-titik embun penyejuk “manas” Ku
Yang terbakar api dalam dada “karep”
Terhempas terlepas dari panasnya ego memori kedengkian kemarahan dan aku aku aku keakuan-keakuan keangkuhan kegelisahan was-was serta syak _ wasangka
Kegelapan-kegelapan diri sendiri yang begitu pekat kemelekatan dengan “kadonyan” Manusia

Adalah hanya perlu disawang dari kejauhan agar terkendali dari kesadaran murni
Dan tak berkutik oleh rahsa kita pribadi
Tenang dalam diam “neng ning nung gung” Sepi malam🌛🌟

Kepek Bantul, 24032026 05.25
Mamuk SMPA

Exit mobile version