Seruk Bepucuk, Dek Lame Agik kek Ujan

Oleh : Meilanto

Hujan, fenomena alam yang dinanti-nantikan banyak orang saat musim kemarau melanda. Tidak hanya manusia, melainkan oleh tumbuhan dan hewan. Kapan hujan akan turun, alam memberikan tanda-tandanya. Pengetahuan tradisional yang diwariskan turun temurun oleh para leluhur yaitu pohon seru berpucuk. Seru, pohon dengan nama ilmiah Schima wallichii, akan berpucuk jika tidak lama lagi hujan akan turun atau berakhirnya musim kemarau. Para tetua akan melontarkan kalimat, “Alhamdulillah, seruk la bepucok, dek lame agik kek ujan.”

Lantas, mengapa seru? Tidak tanaman lain?

Fenomena pohon seru yang mendadak memunculkan pucuk muda (bertunas) menjelang musim hujan terjadi karena adanya lonjakan kelembapan udara yang tinggi serta pelepasan energi panas laten di atmosfer. Secara ilmiah, seperti yang dikutip pada google, berikut adalah alasan mengapa tumbuhan merespons kondisi tersebut dengan mengeluarkan pucuk baru sebelum hujan turun:

a. Peningkatan Kelembapan Udara (Humiditas Tinggi): Sebelum hujan turun, udara di lingkungan sekitar menjadi sangat jenuh oleh uap air. Tanaman memiliki sensor alami terhadap kelembapan (higroreseptor). Ketika kelembapan melonjak tajam, laju transpirasi (penguapan air dari daun) melambat, sehingga tanaman dapat menahan lebih banyak air di dalam jaringannya untuk mendorong pertumbuhan sel-sel baru (pucuk).

b. Efek Udara Panas dan Pelepasan Kalor Laten: Sebelum hujan, area permukaan bumi sering kali terasa sangat gerah atau sumuk. Rasa gerah ini muncul karena proses pembentukan awan mendung melepaskan energi panas (kalor laten) ke atmosfer. Kombinasi antara suhu hangat dan kelembapan yang tinggi ini menciptakan efek seperti rumah kaca alami yang merangsang metabolisme tumbuhan untuk mempercepat fase vegetatifnya, salah satunya memunculkan tunas/pucuk baru.

c. Tekanan Udara yang Menurun: Menjelang hujan, tekanan barometrik di atmosfer biasanya akan menurun. Perubahan tekanan ini memengaruhi sirkulasi cairan (getah) di dalam batang pohon, membantu nutrisi naik lebih cepat ke ujung-ujung ranting untuk mendukung pembentukan pucuk muda.

Melalui fenomena “seru berpucuk” ini, alam sebenarnya sedang memberikan sinyal bahwa atmosfer sudah siap dan mendukung untuk terjadinya pembentukan hujan dalam waktu dekat.

Dari penjelasan di atas, sebenarnya bukan hanya seru yang berpucuk menjelang hujan, melainkan seluruh tanaman. Pepatah leluhur menyebutkan Seruk Bepucuk, Dek Lame Agik kek Ujan punya alasan karena pucuk seruk berwarna merah muda kemerah-merahan yang mencolok sehingga menarik perhatian. Apakah hujan akan turun? Kita tunggu! (BP / KM)*

Exit mobile version