Syair Melayu :  Sumpah Pemuda & Zaman Kini

:

 

Bismillah mula membuka madah,

Tentang pemuda menenun sejarah,

Dua puluh delapan Oktober bertuah,

Sumpah keramat kekal tak berubah.

 

Syahdan pemuda masa dahulu,

Berhimpun tekad bersatu padu,

Meski terjajah hidupnya pilu,

Cita-cita merdeka tetap satu.

 

Bertumpah darah satu nusa mulia,

Berbangsa satu janji setia,

Berbahasa satu pengikat sukma,

Itulah azimat penjaga merdeka.

 

Adapun kini zaman berbalik arah,

Sumpah yang sakral jadi kisah,

Pemuda terlena dalam resah,

Pusaka leluhur tiada diasah.

 

Matanya terpaku pada layar kaca,

Siang dan malam lupa masa,

Tunduk menyembah cahaya semu,

Disangka cerdik nyatanya layu.

 

Judi maya tersenyum kelam,

Merayu kaya dalam semalam,

Konon menang, hakikatnya karam,

Tersisa hutang berbalut dendam.

 

Adab dan santun kian punah,

Pergaulan bebas tiada arah,

Rasa malu dibuang sampah,

Marwah terjual demi nafsu murah.

 

Candu mengintai di tiap lorong,

Akal bestari dibakar kosong,

Disangka madu penawar lorong,

Rupanya jurang maut yang bolong.

 

Tiap Oktober gegap upacara,

Pidato membara baliho gempita,

Usai gendang sunyi merata,

Sumpah kembali jadi mantra.

 

Wahai pemuda harapan bangsa,

Tuntutlah iman dan ilmu di dada,

Jauhi laku pembusuk jiwa,

Teguhkan kembali ikrar pusaka.

 

Bukan di bibir sumpah dijaga,

Tapi di laku berkarya nyata,

Pimpin generasi dengan cinta,

Agar jaya kembali nusa kita.

 

PKP 28102026 SW

 

#SumpahPemuda #PemudaIndonesia

#SastraMelayu #MelayuBangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *