2.845 Mahasiswa Baru UBB Mulai Menyusun Jalan Menuju Lulus Tepat Waktu

Laporan : Belva Al Akhab

 

Bekaespedia.com , Pangkalpinang,- Langkah pertama ribuan anak muda menuju dunia perguruan tinggi dimulai dari lapangan bola Universitas Bangka Belitung (UBB). Senin (10/8/2026), wajah-wajah baru memadati kampus tersebut, membawa harapan, target, sekaligus mimpi yang ingin mereka wujudkan dalam beberapa tahun ke depan.

Di antara ribuan mahasiswa baru itu, ada satu tujuan yang mulai ditanamkan sejak hari pertama: kuliah bukan sekadar masuk kampus, tetapi harus tahu ke mana arah perjalanan pendidikan akan dibawa.

Semangat tersebut mengemuka dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBB Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 10-14 Agustus 2026 ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami kehidupan sebagai mahasiswa.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, UBB menerima sebanyak 2.905 mahasiswa baru dari berbagai program pendidikan, mulai dari D3, S1 hingga Magister. Namun, sebanyak 2.845 mahasiswa mengikuti PKKMB karena mahasiswa program magister memiliki program pengenalan tersendiri.

Rektor UBB, Prof. Ibrahim, mengatakan PKKMB tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial untuk memperkenalkan gedung dan fasilitas kampus.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami sejak awal bagaimana sistem pembelajaran di perguruan tinggi bekerja, bagaimana menyusun strategi perkuliahan, hingga bagaimana merancang perjalanan akademik agar dapat lulus tepat waktu.

“PKKMB ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang situasi aktual kampus. Mahasiswa bukan hanya bisa mengenali fisik kampus, tetapi juga mengenal sistem pembelajaran, strategi dan cara lulus dengan cepat,” ujar Prof. Ibrahim.

Pembekalan materi selama PKKMB dilaksanakan di Gedung De Universitas Bangka Belitung.

Tahun ini, UBB mengusung tema “Bertumbuh, Berkarakter dan Berdampak.” Tema tersebut menjadi pesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

“Melalui tema ini, semoga akan terus tumbuh mahasiswa yang tentu saja mampu bertransformasi identitasnya, berkarakter mental, moral dan intelektual atau kita sebut Laskar 3 Pena. Termasuk berdampak kepada kontribusi bagi lingkungan sekitar,” kata Prof. Ibrahim.

Jika dahulu kegiatan pengenalan mahasiswa baru kerap identik dengan atribut berlebihan, tekanan, hingga perundungan, UBB memastikan tradisi semacam itu tidak mendapat tempat dalam PKKMB 2026.

Prof. Ibrahim menegaskan PKKMB harus menjadi ruang yang aman sekaligus menyenangkan bagi mahasiswa baru.

“PKKMB ini harus dilaksanakan happy, santai, santuy dan menyenangkan. UBB anti terhadap persekusi, bully dan perundungan,” tegasnya.

Karena itu, mahasiswa baru tidak diwajibkan mencukur rambut hingga botak atau mengikuti bentuk-bentuk perpeloncoan yang identik dengan gaya PKKMB lama.

“Tidak ada PKKMB seperti gaya lama. Peserta PKKMB tidak wajib harus botak dan semacamnya,” ujarnya.

Bagi UBB, mahasiswa sejak awal harus didorong untuk berpikir mengenai masa depan. Mereka diharapkan mulai menetapkan target capaian akademik, termasuk target IPK dan waktu kelulusan.

Target tersebut dibuat jelas berdasarkan jenjang pendidikan. Mahasiswa S1 diarahkan menyelesaikan studi selama empat tahun, D3 selama tiga tahunbdan S2 selama dua tahun.

PKKMB UBB 2026 juga tidak hanya berisi pengenalan lingkungan kampus.

Mahasiswa baru akan menerima berbagai materi yang berkaitan dengan kehidupan akademik sekaligus pembentukan karakter. Materi tersebut meliputi bela negara, wawasan kebangsaan, pencegahan kekerasan seksual, pencegahan kekerasan terhadap peserta didik, serta bahaya narkoba.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan hal-hal teknis yang akan mereka hadapi selama kuliah, seperti strategi mengikuti perkuliahan, memahami sistem pembelajaran di perguruan tinggi hingga cara mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).

Prof. Ibrahim berharap seluruh materi tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa untuk menyusun peta perjalanan pendidikan mereka.

“Kami berharap mahasiswa bisa mengenali lingkungan kampus dan sistem pembelajaran di pendidikan tinggi dengan baik sehingga bisa menyusun roadmap untuk keberhasilan pribadi mereka untuk menjadi mahasiswa,” ujarnya.

Namun, ada satu pesan lain yang menurutnya tidak kalah penting. Dunia berubah semakin cepat sehingga mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah.

“Situasi berubah dengan cepat, maka mahasiswa dituntut untuk kreatif, mampu menjadi pribadi-pribadi yang beradaptasi dengan lingkungan yang mengalami perubahan yang semakin cepat,” katanya.

Di tengah ribuan mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB, perjalanan Lusiana Inam menjadi salah satu cerita yang menggambarkan bagaimana pendidikan dapat membuka jalan menuju masa depan.

Lusiana merupakan calon mahasiswa UBB dari jalur afirmasi asal Papua. Ia kini memilih Program Studi Manajemen Bisnis.

Datang dari jauh ke Bangka Belitung, Lusiana tidak ingin kesempatan yang diperolehnya berlalu begitu saja.

Di sela-sela mengikuti PKKMB, perempuan yang akrab disapa Lusi itu mengaku telah memiliki target sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

Ia ingin menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan membawa orang tuanya datang ke Bangka Belitung saat dirinya diwisuda.

“Saya ingin lulus tepat waktu, sehingga kelak bisa wisuda dan mengajak ayah dan ibu juga datang ke Bangka Belitung,” ujar Lusiana.

Bagi Lusi, keberhasilan menempuh pendidikan bukan hanya untuk dirinya sendiri. Ada keinginan untuk kembali membawa ilmu yang diperoleh dan mengabdikan diri bagi daerah asalnya.

“Ini demi mencapai keberhasilan dan kelak akan siap mengabdikan diri bagi kemajuan daerah kelahiran saya di Papua,” katanya.

Dari lapangan bola UBB, perjalanan itu kini dimulai.

Sebanyak 2.845 mahasiswa baru bukan hanya sedang diperkenalkan pada kampus, tetapi juga sedang diperkenalkan pada satu kenyataan baru bahwa kehidupan perguruan tinggi menuntut mereka untuk tumbuh, memiliki karakter, mampu beradaptasi, dan pada akhirnya memberi dampak.

PKKMB hanya berlangsung beberapa hari. Namun bagi mereka, lima hari tersebut bisa menjadi awal dari perjalanan panjang untuk mewujudkan satu target sederhana yang kini mulai ditanamkan sejak hari pertama lulus tepat waktu dan pulang membawa keberhasilan.

Exit mobile version