Maulid: Cahaya yang Menyala di Selatan 

Karya: Yanto In Action

 

Di selatan, api suci itu menyala,

Bukan bara dunia, bukan pula lentera fana.

Namun, samudra cinta Sang Nabi mulia,

Membasuh jiwa, menuntun sukma.

 

Bangka Selatan, kanvas rindu terbentang,

Menyambut Maulid dengan kidung syahdu.

Simfoni sholawat, gelombang menggetar,

Cinta Rasul, permata di dasar kalbu.

 

Di setiap sudut, nama-Mu adalah kredo,

Di setiap hati, ukiran cinta-Mu abadi.

Maulid Nabi, jembatan berkah tak putus,

Cahaya-Mu, mata air takkan kering.

 

Dari Toboali hingga Koba, benang cinta terajut,

Maulid Nabi, taman hikmah yang mekar.

Mengenang jejak-Mu, kompas hidup terarah,

Mengukir tauladan, tak lekang dimakan zaman.

 

Obor semangat itu terus membara,

Embun penyejuk bagi hati yang dahaga.

Maulid Nabi, permata anugerah,

Peta menuju jalan-Mu, ya Allah.

 

Di selatan, pedang cahaya itu bersinar,

Merobek kelam, menabur damai.

Maulid Nabi, musim benih cinta,

Menuai panen kasih, di ladang hati.

 

 

Dari pantai, ombak sholawat mengalun,

Hingga puncak gunung, gema tak terhenti.

Maulid Nabi, puncak kemenangan iman,

Benteng Islam, takkan runtuh, takkan mati.

 

Di selatan, cermin cahaya itu abadi,

Memantulkan cinta sejati, tak bertepi.

Maulid Nabi, api inspirasi diri,

Menapaki jejak-Mu, setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *