Opini  

Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Di Era Digital (Gawai)

Ditulis Oleh: Widia Wahyuni., S.Pd (SMP Negeri 1 Tukak Sadai)

 

Bekaespedia.com. Perkembangan teknologi digital (Gawai) di zaman sekarang telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan siswa di sekolah atau masyarakat yang dapat mengakibatkan dampak negatif dan positif bagi siswa yang salah menggunakan atau memanfaatkan tehnologi digital (Gawai).

Guru Bimbingan Dan Konseling adalah guru yang memberikan layanan kepada peserta didik dalam perkembangan tehnologi digital baik bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier. Tidak hanya memberikan layanan saja kepada peserta didik tetapi, juga dapat menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan mengubah tingkah lakunya (Etika). Maka Guru Bimbingan dan Konseling memiliki tujuan untuk peserta didik agar dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta didik secara optimal dengan mengenal diri sendiri, mampu beradaptasi dengan lingkungan, membentuk akhlak & karakter siswa, membimbing siswa dalam kesulitan dan mampu meningkatkan kemampuan bakat dan minat yang dimiliki peserta didik dengan memberikan motivasi kepada mereka supaya dapat mencapai tujuan di masa depan.

Guru Bimbingan Dan Konseling (BK) sangat berperan penting di sekolah untuk membantu siswa dalam penggunaan tehnologi digital (Gawai) yang benar. Agar siswa tidak salah dalam menggunakan dan memanfaatkan tehnologi digital (Gawai). Karena dapat menjadi tantangan bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi dan menghadapi masalah-masalah siswa yang muncul dalam perkembangan tehnologi digital (Gawai) yang semakin canggih dan luas. Oleh karena itu, Guru Bimbingan Dan Konseling (BK) sangat mewaspadai terhadap siswa dalam menggunakan tehnologi di zaman sekarang, jika salah menggunakan atau memanfaatkan tehnologi tersebut maka dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap siswa contohnya, membuat postingan di WA, IG, Tiktok, dalam membuat konten, berkomunikasi dengan orang lain tidak benar, chatting/Voice Note dan menguploadkan poto & video yang tidak di inginkan(Cyberbullying). Apalagi yang namanya aplikasi bermacam-macam nama, dari mulai game online Domino, Mager, Double Win Slots, dengan melalui TF Dana/ Kartu ATM yang berdampak muncul Judol dan juga Aplikasi Chrome, Google, AI, Cici, Loli dan lainnya yang dapat mengubah cara berpikir, ataupun melaksanakan tugas yang lainnya menjadi malas yang dapat merusak pikiran generasi penerus bangsa. Padahal tehnologi digital dapat mengakibatkan dampak positif dan kreatif dalam memanfaatkan tehnologi digital yang sangat canggih dan lengkap.

Oleh karena itu, sebagai guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah dapat bekerja sama dengan orangtua siswa dalam mencegah kecanduan bermain Gawai pada zaman sekarang sangat mengkhawatirkan peserta didik di sekolah atau masyarakat, karena dapat mengakibatkan dampak negatif seperti; mata, otak, dan kesehatan mental & fisik peserta didik dan ketika belajar menggunakan gawai mereka memanfaatkan kesempatan bermain (Gawai) bukan benar-benar belajar melalui gawai. Sedangkan di lingkungan masyarakat banyak kumpulan tempat-tempat untuk bermain gawai & game online. Maka siswa dapat berkolaborasi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah agar dapat membimbing, membina dan mengembangkan keterampilan sosial & emosional peserta didik dalam memanfaatkan tehnologi digital (Gawai) yang sangat baik dan kreatif untuk kita gunakan terutama untuk mencari informasi–informasi yang berdampak positif dalam mengakses di Website mengenai dunia kerja atau kebutuhan yang lainnya. (BP/ KM)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *