Oleh: Yanto,M,PD( Guru, Motivator & Da’wah Indonesia)
Bekaespedia.com,- Ramadhan hari ke-26: sisa waktu tinggal hitungan jari. Bulan suci yang penuh ampunan ini hampir melambaikan tangan perpisahan.
Bayangkan, setiap malam kini terasa seperti permata langka—mahal harganya, tak ternilai. Di fase akhir ini, sujud terasa lebih dalam, doa lebih mendesak, dan hati semakin haus akan rahmat-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr: 5,
**سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ**
“Sejahtera (Lailatul Qadar) itu sampai terbit fajar.” Malam kemuliaan itu bisa saja sudah lewat, atau justru menanti di depan mata. Siapa yang tahu? Hanya Yang Maha Tahu.
Oleh karena itu, jangan kendor! Jangan bergumam, “Mungkin sudah kemarin,” lalu amal terhenti. Hari ke-26 ini adalah ujian keseriusan iman kita. Apakah kita tetap mengetuk pintu langit meski badan lelah, mata mengantuk, dan nafsu menggoda? Ramadhan bukan perlombaan kekuatan fisik, tapi ajang ketulusan memohon. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan menghisab diri, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu” (HR. Bukhari-Muslim). Di sini, ketulusan adalah kunci husnul khatimah—penutup bahagia yang kita impikan.
Opini saya, semakin sedikit harinya, semakin mahal nilainya. Seperti air terakhir di padang tandus, setiap tetes harus dimanfaatkan maksimal. Perbanyak istighfar untuk membersihkan hati dari noda. Doakan kedua orang tua agar mereka diselamatkan dari api neraka—sebuah amal jariyah yang tak putus. Dan pupuk harapan agar Ramadhan ditutup dengan ampunan total. Ingat, yang paling menyedihkan bukan Ramadhan yang pergi, tapi hati yang tetap keras, tak berubah. Banyak orang keluar Ramadhan sama seperti masuknya: perut kenyang, tapi jiwa kosong.
Hari ini, bangunlah! Shalat Tahajud meski hanya satu rakaat, tapi ikhlas. Baca Al-Qur’an walau satu ayat, tapi meresap. Beri makan shaum satu orang, walau sepiring kurma. *Semakin sedikit, semakin berharga.* Jangan sampai kita termasuk yang menyesal di Hari Penyesalan. Mari, rebut sisa Ramadhan dengan tulus. InsyaAllah, Idul Fitri nanti kita sambut dengan hati baru, siap jadi Muslim lebih baik. Wallahu a’lam.












