Karya: Anak Bawang
Lirih bisik bayu dalam hening
Luruh rasa berpadu rindu
Berlarah-larah gambarkan pesan
Tumpah membanjiri lembaran
Panggung utama mulai menjanjikan
Kala dialektika menjadi hiburan
Utus gestur kawal asa
Merinai sepanjang jalan
Penuh sabar dalam lorong
Hingga menyentuh relung di kedalaman sukma
Chairil Anwar telah mengajarkan
Menyemangati, bagian perjuangan
Kekokohan dan keteguhan adalah kunci
Kemerdekaan, harga mati
Kini lembaran demi lembaran
Berserakan…, berjatuhan…
Bagai dedaunan di alam liar
Bulir-bulir abjad kadang tak lagi menyejukkan
Antar kelompok bait saling bertikai
Kata-kata bak senjata tajam nan runcing
Seolah memiliki mata sinis
Haus mangsa…
Duka mengangkat cerita
Kisah pejuang larik dalam temaram
Kini dirasa semakin jauh
Jauh…., digerus zaman
Sungguh…, perjuanganmu dulu
Kami rasakan hingga kini
Lewat warisan lembaran-lembaran penyemangat
Chairil Anwar…., pesanmu kami terima. (BP/ KM)*












