Opini  

Tutup Tahun Dengan Puasa, Buka Tahun Dengan Berkah, Mengapa Momen Ini Begitu Istimewa?

Oleh : Yanto In Action

(Guru, Penulis, Motivator dan Da’wah Indonesia)

 

Bekaespedia.com,- Pergantian tahun Hijriyah bukan sekadar pergantian angka di kalender, melainkan titik balik rohani: saat kita menutup lembaran masa lalu dan membuka lembaran baru dengan harapan yang lebih baik .

 

Momen ini mempertemukan dua bulan yang dimuliakan Allah SWT: Zulhijjah dan Muharram — keduanya termasuk dalam Asyhurul Hurum, bulan suci di mana pahala kebaikan dilipatgandakan dan dosa lebih dijauhi .

 

Tentang Keutamaan & Sikap yang Tepat

 

Perlu diketahui, sebagian riwayat yang menyebutkan penghapusan dosa 50 tahun memiliki status hadits yang lemah menurut penelitian para ulama seperti Ibnu Al-Jauzi dan Adz-Dzahabi. Namun, ini tidak menghilangkan nilai baiknya dan diperbolehkan untuk Fadhoilul Amal.

 

– Puasa di Zulhijjah: Tetap memiliki keutamaan besar, karena sepuluh hari pertamanya adalah hari-hari terbaik sepanjang tahun. Berpuasa di akhir bulan ini menjadi bentuk penutup tahun dengan taubat dan muhasabah diri .

– Puasa di Muharram: Ini adalah puasa terbaik setelah Ramadhan, berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram” (HR. Muslim) .

 

Jadi meski tidak mengandalkan dalil lemah, kita tetap bisa berpuasa dengan niat: mendekatkan diri kepada Allah, menutup tahun dengan kebaikan, dan membuka tahun baru dengan ibadah yang konsisten. Allah Maha Mengetahui niat hamba-Nya .

 

Mengapa Harus Diamalkan?

 

– Simbol Penutupan: Akhir Zulhijjah menjadi waktu merenung, memohon ampun atas segala kekurangan sepanjang tahun.

– Simbol Pembukaan: Awal Muharram menjadi titik awal membangun kebiasaan baik, meningkatkan ibadah, dan memperbaiki kualitas iman.

– Pahala Berlimpah: Setiap hari puasa di bulan suci bernilai lebih besar — bahkan satu hari puasa di Muharram setara 30 hari di bulan biasa, dan rangkaian puasa Kamis-Jumat-Sabtu dapat dicatat sebagai ibadah ratusan tahun menurut penjelasan Imam Al-Ghazali .

 

Jadwal & Niat Mudah Diingat

 

– Senin, 15 Juni 2026 (30 Zulhijjah): Niat — “Aku berniat puasa sunnah karena Allah Ta’ala”

– Selasa, 16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H): Niat — “Aku berniat puasa sunnah bulan Muharram karena Allah Ta’ala”

 

 

 

 

Jangan lewatkan kesempatan langka ini. Tak perlu menunggu hari besar untuk berubah — mulailah dari pergantian tahun ini. Tutup masa lalu dengan taubat, buka masa depan dengan ketaatan. Allah tidak akan menyia-nyiakan satu amal pun yang dilakukan dengan ikhlas .

 

Siap menyambut 1448 H dengan hati yang bersih dan amal yang berlipat ganda? Yuk, jadikan puasa ini sebagai tanda cinta kita kepada Sang Pencipta .

Wallahu a’lam bis shawab

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *