Pesona Glow 50+: Saat Perempuan Babel Membuktikan Usia Emas Bukan Akhir untuk Bersinar

Editor : Belva Al Akhab

Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Memasuki usia 50 tahun ke atas sering kali dipandang sebagai fase melambat. Namun, anggapan itu justru dipatahkan melalui seminar “Pesona Glow 50+: Glow di Usia Emas” yang digelar Yayasan Bangka Buana Cipta Ibu Muda Berkarya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Bertempat di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Jumat (31/7/2026), puluhan perempuan berkumpul untuk belajar merawat kesehatan sekaligus meneguhkan semangat agar tetap produktif di usia emas.

Menggandeng Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Babel, seminar menghadirkan dokter kecantikan Monika Indriani dari Kimly Aesthetic Clinic Center. Tak sekadar membahas perawatan kulit, kegiatan ini mengangkat pesan bahwa kecantikan sejati lahir dari tubuh yang sehat, pikiran yang positif dan semangat untuk terus berkarya.

Mewakili Ketua BKOW Babel, Noni Hidayat Arsani, Sekretaris BKOW Babel, Hasuna Eriyanti mengatakan perempuan tidak seharusnya memandang usia sebagai batas untuk terus berkembang.

” Tema yang diangkat pada seminar ini mengingatkan kita bahwa memasuki usia 50 tahun ke atas bukanlah akhir dari produktivitas ataupun kesempatan untuk berkembang,” ujar Hasuna.

Menurutnya, usia emas justru merupakan masa ketika seseorang memiliki bekal pengalaman, kebijaksanaan dan kematangan yang dapat menjadi kekuatan untuk terus menginspirasi keluarga maupun masyarakat.

” Sebaliknya, usia emas adalah fase kehidupan yang sarat dengan pengalaman, kebijaksanaan, serta peluang untuk terus berkarya, menginspirasi dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi perempuan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat solidaritas antarsesama.

” Saya berharap seminar ini menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, serta saling menguatkan antar sesama perempuan,” tuturnya.

Hasuna juga menegaskan BKOW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan yang digagas organisasi wanita di daerah, termasuk kegiatan yang dilaksanakan Ibu Muda Berkarya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bangka Buana Cipta, Fifi Yulianita mengatakan kolaborasi bersama BKOW dilandasi komitmen untuk menghadirkan edukasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan, terutama mereka yang memasuki usia 50 tahun ke atas.

” Kerja sama Ibu Muda Berkarya dengan BKOW ini dibuat dengan satu tujuan, yakni memberikan edukasi, semangat dan solusi nyata agar ibu-ibu di usia emas tetap percaya diri, kulitnya sehat, hatinya cerah, dan hidupnya terus berkarya,” kata Fifi.

Ia menjelaskan perubahan hormon yang terjadi pada perempuan memang membawa dampak terhadap kondisi kulit. Namun, menurutnya, tantangan tersebut dapat dihadapi melalui pola hidup sehat dan perawatan yang tepat.

” Kami sadar, perubahan hormon membuat kulit jadi lebih kering, kusam, dan muncul flek. Tapi hari ini kita akan belajar bersama dari para ahli bagaimana caranya, dari luar kita rawat, dari dalam kita jaga,” ujarnya.

Seminar semakin semarak dengan penampilan fashion show yang menampilkan karya kreatif para anggota Ibu Muda Berkarya. Berbagai produk lokal seperti rajutan Crochet by Rina dan koleksi Hijab Noya Zora diperagakan sebagai bukti bahwa kreativitas perempuan dapat terus berkembang tanpa mengenal usia.

Melalui kolaborasi tersebut, BKOW Babel dan Ibu Muda Berkarya berharap semakin banyak program edukasi dan pemberdayaan yang lahir untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan serta memperkuat peran mereka dalam membangun keluarga dan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *