Penulis: Aldi Peratama, Desna Shafiah, Olivia Arzety, Vergita Detriyani
(Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung)
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah salah satu provinsi yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Bangka dan Belitung. Daerah ini dikenal karena keindahan alamnya yang menawan. Selain kaya akan keindahan alam, Bangka Belitung juga merupakan penghasil timah terbesar di Indonesia, akan tetapi seiring dengan berkurangnya sumber daya alam yang dapat dieksploitasi, pemerintah dan masyarakat telah mulai beralih ke sektor lain, salah satunya pariwisata yang menjadi sumber ekonomi baru. Berbagai tempat wisata telah dikembangkan untuk menarik wisatawan salah satunya seperti Taman Dealova.
Taman Dealova adalah salah satu tujuan wisata populer yang ada di Bangka Belitung, terletak di Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang menawarkan keindahan alam dan berbagai fasilitas rekreasi. Taman ini merupakan salah satu daya tarik khusus bagi wisatawan karena suasana yang indah. Selain itu juga, Taman Dealova ini sangat memungkinkan pengunjung untuk menikmati berbagai kegiatan. Seperti bisa melakukan kegiatan joging disore hari dan menikmati keindahan sunset.
Tak hanya itu, di Taman Dealova terdapat berbagai tempat foto menarik yang semakin banyak diminati oleh wisatawan, terutama di era media sosial saat ini. Tidak hanya sebagai tempat relaksasi, Taman Dealova juga merupakan suatu tempat untuk melakukan berbagai kegiatan dalam acara komunitas dan budaya, seperti kegiatan senam pagi, aksi Clean Up, acara kebudayaan kuda lumping, pameran dan bazar.
Keinginan untuk kembali ke tujuan wisata tidak hanya didasarkan pada keindahan alam dan keindahan fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada motivasi rasa yaitu pengalaman emosional dan kepuasan yang mereka terima selama kunjungan. Motivasi ini berasal dari ketertarikan wisatawan terhadap keberagaman Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitar taman.
Taman Dealova tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga berbagai kuliner lezat dari UMKM lokal. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) seperti pedagang makanan dan minuman memiliki peluang untuk berkembang. Namun, pemerintah telah merencanakan lahan khusus untuk UMKM di dekat taman. Sayangnya, lokasi ini terletak jauh dari taman, sehingga wisatawan enggan untuk mengunjungi. Akibatnya, UMKM tersebut sepi pengunjung dan berdampak pada perekonomian mereka.
Salah satu pemilik UMKM mengatakan, “Taman Dealova dan UMKM tidak bisa dipisahkan. Jika kami pindah, taman Dealova juga akan sepi.” Oleh karena itu, para pemilik UMKM berinisiatif untuk pindah kembali ke lokasi semula dengan bantuan ketua UMKM. Setelah UMKM pindah kembali, perekonomian mereka mulai memulih dan taman Dealova kembali ramai dikunjungi. (BP)*












