TUNJUNG
Tunjung biru menusuk-nusuk jantung ku
Tunjung ungu menuding-nuding otakku
Tunjung jingga meraba-raba kulitnya
Serta mengelus-elus jiwa lelah lara merana
Sambil tersenyum sipu seolah memanggilnya
Dengan sudut mata jingga cemerlang bagai bintang
Membuat bimbang melayang
Siapakah gerangan bayang-bayang
Selalu hadir dalam mimpi selalu datang dalam juang
Rawan Pening, 06052025 09.11.
SIANG DI PUNCAK TELAMAYYA
Teri siang manas menerpa kulit ari
Sepanjang jalan punthuk-punthuk impian
Mengelilingi cita cipta dan cinta
Mana yang harus didahulukan
Semuanya menuntut nomor satu
Tuk didahulukan
Dikerjakan
Dilakukan dengan penuh kesungguhan
Fokus
Tak mungkin dikesampingkan salah satunya
Apalagi diduakan
Maupun dimadu
Karena semua berhak menjadi satu
Bersatu
Menyatu
Bagaimana bisa kau kan berpaling karenanya
Apa lagi tega menghianatimu
Jangan pernah coba-coba berpaling darinya
Karena hati kecil mu kan bicara
Dialah sang guru sejati
Ya, fatwa hatimu
Lun_Alun Magelang, 06052025 17.12.












