Oleh: Rara Octavia dan Fitri // Editor : Abok Amang
Bekaespedia.com, Simpang Rimba,- Suasana hangat terasa sejak pagi ketika rombongan dari SMAN 1 Simpang Rimba, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, tiba di Kampung Adat Urang Lom Gebong Memarong yang terletak di Air Abik, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, pada hari Selasa (22/7/2025).
Sekira pukul 09.00 WIB, rombongan SMAN 1 Simpang Rimba tiba di Gebong Memarong dan disambut hangat oleh ketua Lembaga Adat Mapor serta tokoh adat setempat.
Kegiatan kunjungan ke kampong adat Orang Lom ini merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk membawa siswa lebih dekat dengan budaya lokal.
Selanjutnya kami dipersilahkan memasuki balai pertemuan dan berbincang-bincang dan berdiskusi dengan tokoh adat orang lom.
Sambutan pertama disampaikan oleh ketua Adat orang lom, Asih Harmoko. Dalam sambutan ia mengapresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran rombongan SMAN 1 Simpang Rimba serta kepedulian terhadap adat dan budaya lokal Bangka.
Kepala SMAN 1 Simpang Rimba, Nasir, S.Kom., M.M., dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dari tetua adat dan tokoh orang lom dari rumah adat Gebong Memarong.
Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan tujuan dari kunjungan ini,
“Maksud dan tujuan kami berkunjung ke gebong Memarong ini tiada lain ingin mengenal lebih dekat adat dan budaya disini kepada siswa secara langsung. Dengan kunjungan ini tentu akan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur”, jelasnya
Saat sesi tanya jawab bersama tokoh adat, nampak rasa penasaran dan keingin tahuan para guru dan siswa begitu nampak dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Beberapa pertanyaan seputar rumah adat orang lom, makna filosofisnya, mewarnai dari pertanyaan-pertanyaan dari guru dan siswa. Demikian pula tentang ritual adat ayang masih dilaksanakan oleh orang lom.
Dengan lugas, pertanyaan-pertanyaan itu di jawab dengan jelas oleh ketua adat orang lom, Asih Harmoko.
“rumah adat orang Lom disebut Rumah Bubung Tujuh. Nama ini diambil dari bentuk atapnya yang memiliki tujuh bubungan, melambangkan tujuh tahap kehidupan manusia”, jelas Asih
Ia juga menjelaskan beberapa ritual yang masih dilakukan oleh orang lom,
“Salah satu upacara adat yang selalu dilakukan yaitu Nuju Jeramic. Tujuannya sebagai rasa syukur setelah panen. Dan di acara nuju Jeramic ini dilakukan acara malet, yaitu bentuk penghormatan terhadap alat-alat tani. Selain itu ritual yang selalu dilakukan adalah Nambek, yaitu upacara kematian yang mengikuti aturan adat yang ketat”, tambah Asih Harmoko
Selanjutnya, Setelah sesi tanya jawab, siswa dan guru diajak berkeliling melihat galeri, tempat penginapan rumah adat, kerajinan tangan, serta tanaman obat-obatan.
Selain itu, rombongan juga mendengarkan cerita sejarah kampung, filosofi bangunan adat, dan nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijaga hingga kini.
Kunjungan ini dilaksanakan hingga siang menjelang sholat zuhur.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya, tetapi juga memperkuat rasa hormat dan kepedulian generasi muda terhadap kekayaan budaya daerah.
Dengan kunjungan ini juga diharapankan menjadi langkah kecil untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi selanjutnya.












