Hendra bertamu.
“Eh, kata si Yanto, si anu dan si anu begini begitu.”
“Oh, ya?”
“Benarkah?”
“Iya… tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”
“Aman..!” kata Indra penuh keyakinan.
Indra pun bertemu Agus.
“Eh, kata si Hendra, si anu dan si anu begini begitu.”
“Oh, ya?”
“Serius?”
“Sangat serius… tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”
“Baiklah…!” kata si Agus bersumpah.
Agus pun berjumpa Kulul.
“Eh, kata si Indra, si anu dan si anu begini begitu.”
“Oh, ya?”
“Fitnah ini?”
“Nyata…! Tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”
“Pasti!” kata Kulul berjanji.
Kulul berkunjung ke rumah Dedy.
“Eh, kata si Agus, si anu dan si anu begini begitu.”
“Oh, ya?”
“Jangan bercanda?”
“Pastinya…! Tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”
“Tentu!” kata Dedy setuju.
Dan seterusnya…
Itulah aib…
Menjadi konsumsi empuk bahan diskusi.
Sejauh apa pun kau kabur,
tak mungkin kuasa kau kubur.
Toboali, 6 Juni 2026
Sang Peramu Aksara












