Oleh : Taqiyya Adzra (Siswa SDN 23 Mendobarat)
Namaku Taqiyya Adzra, sekarang aku duduk di kelas 5 SDN 23 Mendobarat. Hobiku adalah membaca buku dongeng dan aku sangat suka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Menurutku Pendidikan Agama Islam sangat mudah dan menyenangkan. Aku bercita-cita menjadi seorang guru karena guru adalah pahlawan yang membentuk karakter dan masa depan murid dan guru pahlawan tanpa tanda jasa. Saat aku sedang kesulitan mengikuti pelajaran matematika, ibu guruku pun dengan kesabaran extra membimbingku dengan sabar. Guru tidak hanya mengajarkan rumus tetapi juga mengajar muridnya berakhlak mulia. Karena guru adalah pelita yang rela membakar diri sendiri untuk menerangi jalan murid-muridnya. Ketulusan dalam mendidik adalah pengabdian sejati karena saya selalu mengingat kata-kata Ibu Kartini “Habis gelap terbitlah terang”. Kata-kata itu selalu membangkitkan semangatku untuk menjadi seorang guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Aku ingin menjadi seperti Ibu Kartini, yang berjuang untuk pendidikan dan kesetaraan perempuan di Indonesia.
Aku masih ingat saat pertama kali mendengar tentang kartini, dia adalah seorang perempuan yang berani dan kuat, yang berjuang untuk hak-hak perempuan di Indonesia. Aku merasa terinspirasi oleh keberanian dan tekadnya untuk membuat perubahan. Kartini adalah pahlawanku karena beliau menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi kuat dan berani. Beliau berjuang untuk pendidikan perempuan sehingga perempuan bisa memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Aku ingin menjadi seperti Kartini berani dan kuat untuk membantu perempuan lain untuk mendapatkan pendidikan yang sama.
Aku masih ingat saat aku merasa tidak berani untuk berbicara di depan kelas. Aku merasa takut dan tidak percaya diri. Tapi saat aku membaca tentang Kartini, aku merasa terinspirasi. Aku sadar bahwa aku juga bisa menjadi kuat dan berani seperti Kartini. Kartini adalah contoh bahwa kita semua bisa membuat perubahan, tidak peduli seberapa kecil kita. Aku ingin membantu perempuan lain untuk mendapatkan pendidikan yang sama dan menjadi kuat dan berani seperti Kartini. Jadi aku ingin mengucapkan terima kasih kepada pahlawanku, Kartini yang telah menginspirasi aku untuk menjadi kuat dan berani. Aku akan selalu mengingat perjuangannya dan berusaha menjadi seperti dia.
Ibu Kartini adalah seorang pahlawan nasional yang sangat aku hormati. Beliau berjuang untuk membuat perubahan positif di masyarakat. Aku ingin menjadi seorang guru yang dapat menginspirasi anak-anak muda sepertiku. Aku ingin menjadi seperti Ibu Kartini, yang berjuang untuk membuat perubahan positif di masyarakat. Aku akan terus berjuang untuk mencapai cita-citaku, menjadi seorang guru pahlawan tanpa tanda jasa. Aku akan terus menginspirasi dan membantu anak-anak muda untuk menjadi orang yang lebih baik.
Aku sangat beruntung memiliki guru-guru yang telah menjadi pahlawan bagiku, aku ingin menjadi seperti mereka. Seorang guru yang dapat menginspirasi dan membantu anak-anak muda, aku akan terus berjuang untuk mencapai cita-citaku menjadi seorang guru pahlawan tanpa tanda jasa, seperti Ibu Kartini. Aku berharap dapat menjadi pahlawan bagi anak-anak muda sepertiku dan membuat perubahan positif di masyarakat. Saya akan terus berjuang untuk mencapai cita-cita dan menjadi seorang guru yang dapat menginspirasi dan membantu anak-anak muda.
Aku memiliki seorang guru yang sangat aku hormati yaitu Bu Puspa. Beliau adalah seorang guru yang sangat sabar dan bijaksana. Beliau selalu memberikan motivasi dan dukungan kepadaku agar menjadi orang yang lebih baik. Bu Devi yang memiliki cara unik untuk mengajar. Beliau selalu membuat pelajaran menjadi lebih menyenangkan. Beliau juga selalu memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya. Aku sangat beruntung memiliki guru seperti Bu Ummi. Beliau telah menjadi pahlawan bagiku, beliau telah membantuku mencapai cita-cita saya. Pak Yudi dan Pak Pajrul yang selalu tegas kepada murid-muridnya. Tetapi mereka juga yang selalu membuat muridnya tertawa. Bu Alhati dan Bu Uum yang orang selalu semangat dan tidak pernah murung. Bu icha dan Pak Helmi yang selalu sabar dan semangat dalam mengajar. Bu Emmi dan Bu Media yang selalu ceria dan bahagia. Dan Bu Vivi yang orangnya selalu rajin. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru SDN 23 Mendobarat yang sudah mendidik kami dengan baik. Sesungguhnya mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Di tangan merekalah kami dituntut untuk menjadi pelajar yang baik dan benar seperti ibu Kartini.
Baiklah, kita akan mengenal lebih dalam siapa itu sosok Raden Ajeng Kartini. RA. Kartini adalah seorang pahlawan nasional indonesia yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan Indonesia pada masa kolonial belanda. Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal RA. Kartini, ia adalah seorang pahlawan nasional, beliau adalah seorang perempuan yang berjuang untuk pendidikan dan kesetaraan perempuan di Indonesia. Pada masa kolonial Belanda yang kemudian diterbitkan dalam buku HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. Buku ini menjadi simbol perjuangan perempuan di Indonesia untuk mencapai kesetaraan dan pendidikan. RA Kartini meninggal pada tanggal 17 Sepetember 1904, namun warisannya terus hidup dan menginspirasi generasi-generasi selanjutnya. Beliau diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia pada tahun 1964 dan hari lahirnya, 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. (BP / KM)*
Catatan : Cerpen ini merupakan karya peserta FLS3N Tingkat Kecamatan Mendobarat Tahun 2026.












