Khutbah Pertama :
الحمدُ للهِ الَّذي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الرَّحَمَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى مَا أَنْعَمَ وَأَوْلَى، وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ مِنْ عَلَامَاتِ قَبُولِ الطَّاعَةِ أَنْ يُوَفَّقَ الْعَبْدُ لِلطَّاعَةِ بَعْدَهَا، فَلَا يَكُونُ رَمَضَانُ آخِرَ عَهْدِنَا بِالْخَيْرِ، بَلْ يَكُونُ بَدَايَةً لِاسْتِمْرَارِ الْعِبَادَةِ وَالطَّاعَةِ، مِنْ صَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَصَدَقَةٍ، وَذِكْرٍ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Situasi bangsa kita sekarang ini tidak baik-baik amat. Indikasinya adalah bahwa pengangguran di kalangan anak muda usia produktif (15 sd 40 tahun) meningkat tajam dari tahun ke tahun dengan berbagai sebab, lalu lapangan kerja semakin menyempit, harga-harga barang terus menaik. Belum lagi kondisi BBM sangat mengkhawatirkan jika kapal tangker Pertamina tertahan di Selat Hormuz maka akan menimbulkan persoalan serius masalah ekonomi bangsa.
Dalam kondisi carut marut ekonomi bangsa semacam itu, dolar semakin menekan rupiah yang sekarang sudah mencapai Rp. 17. 000,- persatu dolar, yang diprediksi jika masalah Perang di di Timur Tengah taka ada tanda-tanda akan berhenti, dikhawatirkan Juli 2026 per satu dolar merangkak naik menjadi Rp.20.000,00- Jika ini yang terjadi maka kuat diduga akan terjadi krisis Nasional seperti yang terjadi pada tahun 1998.
Lalu bagaimana jalan ke luarnya. Sebagai orang yang beriman satu-satunya jalan yang terbaik adalah minta pertolongan Allah, selain kewajiban pemimpin NKRI untuk mengkalkulasi keuangan negara di mana letak masalahnya.
Dalam surat Ath-Thalaq ayat2-3, Allah berfirman bahwa barang siapa yang beriman dan bertaqwa maka akan Kami berikan jalan ke luar (dari kesulitan). Dan Kami akan beri rezeki dari pintu yang tidak diduga-duga datangnya
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجا ، وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡء قَدۡرا
Untuk mencapai ketaqwaan itu jalan yang harus dilakukan adalah 6 amalan yang sepatutnya dilakukan kaum Muslimin pasca Ramadhan 1447 H/2026 ini secara istiqamah.
Jamaah Jumat Rohima Kumullah.
Keenam amalan itu adalah:
Pertama, Upayakan melaksanakan Puasa 6 hari di bulan Syawal. Tradisi inilah yang dicontohkan Rasulullah dan para Sahabatnya sebagaimana disabdakan dalam hadis Riwayat Muslim.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa melaksanakan Puasa Ramadhan kemudian diikuti sesudahnya puasa 6 hari Syawwal disamakan dengan puasa sepanjang tahun”.
Kedua, upayakan secara istiqamah sholat fardhu berjamaah terutama di masjid. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim Rasulullah bersabda bahwa sholat berjamaah lebih afdhal daripada sholat sendiri diberi insentif 27 derajat
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.”
Ketiga, upayakan melaksanakan puasa sunnah secara rutin, baik puasa Senin-Kamis, puasa Biah (puasa tengah bulanan tanggal 13-14-15) dan puasa Nabi Daud. Hadis Bukhari menyebutkan bahwa Rasulullah mendawamkan puasa tiga hari tengah bulananan setiap bulan, sholat Duha dan melaksanakan sholat Witir sebelum tidur
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Keempat, upayakan merutinkan sholat sunnah malam. Dalam surat Isra, ayat 79, Allah berfirman bahwa hendaklah kalian pada sebagian malam hari, sholat Tahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagi kalian, mudah-mudahan Rabb mengangkat kalian ke tempat yang terpuji (QS: 17: 79)
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (Muharram), dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam (tahajud). (HR. Muslim)
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Kelima, upayakan merutinkan membaca Alqur’an satu hari minimal 100 ayat. Dalam Kitab Nashoo Ihul ‘Ibad ditulis Imam Nawawi (w. 1277) dikatakan bahwa membaca ayat Alquran 100 ayat setiap hari disamakan pahalanya dengan membaca Alqur’an 30 Juz.
Keenam, upayakan rutin sadaqah menjadi gaya hidup. Sadaqah ini asal kata dari infak yang bentuknya bisa hibah dan zakat, sedangkan materi yang disadaqahkan tak hanya berbentuk materi, bisa pemikiran, tenaga, harta, kata yang santun dan membuang sampah pada tenpatnya. Dalam Surat Al-Baqarah, ayat 261, Allah berfirman
مَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِىۡ كُلِّ سُنۡۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ
“Perumpamaan orang-orang yang menafkah hartanya di jalan Allah adalah sama dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir dan pada tiap-tiap butir menumbuhkan 100 biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui (QS 2: 261)
كُلُّ سَلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ
“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari tatkala matahari terbit.” (HR. Bukhari & Muslim)
Jamaah Jumat yang dimulyakan Allah
Kesimpulan khutbah yang singkat ini bahwa sebagai muslim kita harus meyakini apa-apa yang diperintah Allah dan Rasul-Nya pasti kebenarannya. Sebab itu keenam amalan di atas kalau dilaksanakan secara istiqamah (bersama) maka insya Allah bala dan bencana akan dijauhkan Allah di tengah-tengah kaum Muslim. Dan bangsa Indonesia diangkat kesulitannya sebagaimana disebutkan di muka. Dan itu sesuai dengan janji Allah dalam surat Ath Thalaq ayat 2-3 di atas.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Jumat ke-2 :
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
