Karya: YANTO IN ACTION
Di beranda pagi, sunyi berbisik mesra,
Batik biru menari, kisah tradisi purba.
Peci hitam tegak, laksana mahkota arif,
Kopi pagi hadir, teman setia di kala sepi.
Sawah membentang, permadani zamrud dewata,
Pohon kelapa melambai, dalam senandung semesta.
Mentari menyapa, dengan sentuhan lembut nan suci,
Di antara mimpi, yang bersemi dalam kalbu.
Secangkir kopi hangat, bagai pelukan ibu pertiwi,
Aroma pahitnya, membangkitkan kenangan abadi.
Tradisi luhur, warisan pusaka nan mulia,
Terukir indah, dalam setiap denyut nadi.
Di setiap tegukan, waktu seakan berhenti berlari,
Kedamaian merasuk, jauh dari hiruk pikuk duniawi.
Pagi ini, jiwa berlayar dalam ketenangan hakiki,
Menikmati hidup, dalam kesederhanaan yang sejati.
Batik bercerita, tentang leluhur yang bijaksana,
Kopi menemani, langkah-langkah menuju cakrawala.
Di bawah langit biru, harapan membentang luas,
Semangat membara, takkan pernah terhempas.
Sawah menghijau, memanjakan mata yang merindu,
Kopi dan tradisi, bersatu dalam simfoni kalbu.
Di setiap sudut desa, keindahan tersembunyi rapi,
Menyentuh jiwa, dengan melodi sunyi yang abadi.
Pagi terus beranjak, mentari kian perkasa,
Kopi tandas, namun tradisi tetap bersemayam di jiwa.
Semangat baru membara, menyambut hari penuh pesona,
Dengan senyum tulus, tanpa topeng sandiwara.
Di antara tradisi dan kopi pagi yang sejati,
Kutemukan makna hidup, dalam setiap janji suci.
Untuk mencintai ibu pertiwi, dengan sepenuh hati,
Tanpa ragu, tanpa henti, hingga akhir nanti.
