Editor: Ichsan Mokoginta Dasin
Bekaespedia.com, Sungai Liat, – Pengurus inti Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bangka Periode 2024-2027, Jumat (7/2/2025) melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.
Pengurus inti yang terdiri dari Ketua Suparman, Wakil Ketua Zamzami, Bendahara Supiyan, serta Sekretaris Ichsan Mokoginta Dasin dan Wakil Sekretaris Ilham tersebut, diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Rismy Wira Madonna didampingi Pamong Budaya Haryanto, Kabid Kebudayaan Diena, dan Kabid Pemasaran Alpian.
Ketua LAM Bangka Suparman dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah agenda yang mendesak untuk dilakukan.
“Pertama kita akan melakukan pembenahan internal LAM sehingga lembaga ini semakin kuat,” ujar Suparman.
Ia juga mengungkapkan perlunya penyesuaian dan penyusunan ulang terhadap AD/ART LAM Bangka sehingga memiliki aturan dan program kerja yang jelas.
“Selain masalah aturan, penyesuaian dan penyusunan ulang terhadap AD/ART juga dalam rangka menyusun program kerja sebagai pedoman kerja tiga tahun ke depan,” papar Suparman.
Ia menambahkan, penyusunan program kerja dan penyesuaian terhadap AD/ART akan dilakukan dalam momen Dialog Budaya atau Kemah Budaya di kawasan Pantai Air Anyir, akhir Februari 2025 mendatang.
Sementara itu Wakil Ketua LAM Bangka, Zamzami, menyampaikan gagasan jika ke depan LAM Bangka harus memiliki agenda serius terhadap upaya pengkajian dan publikasi tentang sejarah serta adat budaya Bangka.
“Hasil publikasi ini akan menjadi bahan pembelajaran untuk generasi kita ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Rismy Wira Madonna berharap agar dengan kepengurusan baru, LAM Bangka dapat melakukan terobosan terhadap upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Bangka.
“SDM kita di dinas ini sangat minim yang paham tentang budaya dan adat istiadat. Untuk itu kehadiran LAM sangat kami butuhkan sebagai tempat bertanya dan menyelesaikan persoalan-persoalan budaya dan juga adat istiadat,” ujar Wira.
Wira juga mengatakan, selaku kepala dinas dirinya akan memperjuangkan anggaran yang dibutuhkan terkait agenda dan kegiatan LAM.
“Walau kondisi keuangan kita sangat terbatas, ya kita cobalah untuk menyisihkan keperluan anggaran untuk LAM. Kita suport seberapa yang bisa kita perjuangkan,” kata Wira.
