Karya: YIA
Di dinding pondok yang menua dan tenang
terukir doa di setiap sudut ruang
kami yang menyepi dari hiruk dunia
menemukan cahaya di dalam ilmu yang nyata
Sarung melilit di pinggang bukan sekadar ikatan
tapi janji setia tak akan pernah dikhianati
menjaga lisan, menjaga tingkah dan hati
menjadi saksi di setiap langkah kaki
Lilin kecil di meja belajar menyala
menemani malam yang larut tanpa suara
di antara lembar kitab yang dibaca berulang
kami temukan arah dan jalan pulang
Bukan hidup mewah yang kami cari
hanya ridha Ilmu yang selalu kami cari
sederhana pakaian, sederhana tempat pulang
namun harapan di dada tak pernah hilang
Tak ada kemegahan di tempat kami belajar
hanya keikhlasan yang menjadi pelita
dari lisan guru yang penuh kesabaran
tumbuh jiwa-jiwa yang tangguh dan jujur
Dunia boleh berubah dengan cepatnya
tapi prinsip kami takkan pernah bergeser
keimanan adalah benteng yang kokoh
ilmu adalah lentera di jalan yang jauh
Kami bukan siapa-siapa di mata dunia
tapi di mata Tuhan kami ada harapan
dari sudut pondok yang sederhana ini
akan lahir pelita bagi negeri
Sabuk melilit, hati terang benderang
membawa pesan damai ke segenap penjuru
meski langkah pelan, tak pernah berhenti
karena di ujung jalan ada cahaya abadi
Selamat Hari Santri, wahai saudaraku!
tetaplah teguh, tak pernah menyerah
karena cahaya yang kau jaga malam ini
akan menerangi jalan bagi masa depan negeri
Toboali, 22 Oktober 2026
