Bangka Barat Nyatakan “Perang Sunyi” pada Stunting: Sekda Babar Serukan Gerakan Keluarga Bangkit Lewat Program Quick Win

Oleh: Fatimah 

Bekaespedia.com, Mentok, Bangka Barat — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmennya melakukan “perang sunyi” terhadap stunting dan persoalan ketahanan keluarga melalui peluncuran lima program Quick Win BKKBN 2025. Seruan itu disampaikan Sekda Bangka Barat Muhammad Soleh, dalam Rapat Advokasi Program Bangga Kencana bersama para pemangku kepentingan di Mentok, Senin (24/11/2025).

Dalam sambutannya, Muhammad Soleh menyebut program Quick Win bukan sekadar rangkaian kegiatan administrasi, melainkan “pemicu perubahan cepat” untuk memastikan setiap anak di Bangka Barat lahir, tumbuh, dan hidup dalam lingkungan keluarga yang kuat dan sehat. “Quick Win bukan target, tetapi pemantik agar hasil nyata dapat langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Program Quick Win Bangga Kencana yang akan diterapkan meliputi:

GENTING: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

TAMASYA: Taman Asuh Sayang Anak

GATI: Gerakan Ayah Teladan Indonesia

SIDAYA: Lansia Berdaya

Aplikasi Super Keluarga Indonesia

Menurut Sekda Bangka Barat, kelima program tersebut merupakan jembatan untuk mempercepat pembangunan keluarga, menguatkan peran ayah dan ibu, hingga memastikan para lansia tetap berdaya di lingkungan sosialnya. Semua diarahkan untuk mengoptimalkan bonus demografi dan menurunkan angka stunting yang masih menjadi ancaman jangka panjang bagi masa depan daerah.

Di balik rapat resmi dan daftar program, terdapat kisah yang lebih senyap kekhawatiran tentang generasi yang tidak tumbuh sempurna. Dalam ruang pertemuan itu, Muhammad Soleh mengingatkan bahwa stunting bukan hanya data statistik, tetapi sebuah cerita tentang keluarga, tentang seorang balita yang tubuhnya tak secepat harapan, tentang seorang ibu yang berjuang dalam keterbatasan, tentang seorang ayah yang bekerja serabutan demi susu anaknya.

“Pembangunan keluarga adalah pondasi martabat daerah. Di sini kita harus mengubah mindset, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan teknologi agar mampu menjadi komunikator sekaligus motivator di tengah masyarakat,” ujarnya.

Suasana ruang rapat seolah memantulkan pesan itu bahwa pembangunan tak lagi hanya dikerjakan oleh pemerintah, melainkan oleh seluruh masyarakat yang memahami betapa mahalnya nilai sebuah generasi yang sehat.

Rapat advokasi ini dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, lurah dan kepala desa, koordinator balai penyuluhan KB, serta mitra strategis lainnya. Seluruhnya diminta menyamakan langkah baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun desa agar implementasi program berjalan serempak.

Muhammad Soleh menegaskan bahwa kolaborasi itulah yang menjadi napas utama keberhasilan. “Kita ingin membangun Bangka Barat Bermartabat melalui keluarga-keluarga yang kuat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Muhammad Soleh membacakan pantun, simbol khas tanah Melayu yang mencerminkan ajakan lembut namun tegas:

Nelayan hendak pergi memancing ikan

Letakkan sampan bersandar di dermaga

Rapat advokasi Bangga Kencana dilaksanakan

Berkolaborasi sukseskan pembangunan keluarga

Pantun itu menjadi penutup sekaligus penanda bahwa upaya menurunkan stunting bukan hanya tugas teknis, tetapi gerakan kebudayaan gerakan untuk menghormati kehidupan sejak mula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *