Oleh : Novita Sari Yahya
(Seorang penulis dan peneliti)
Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 diwarnai dengan perdebatan tentang penggunaan lagu viral dalam acara joget-joget. Pandangan pro dan kontra muncul di media sosial, terutama Twitter.
Menurut literatur, para pendiri bangsa seperti Sutan Syahrir, Bung Hatta, Muhammad Natsir, dan H. Agus Salim menekankan pentingnya pendidikan dan kebudayaan dalam membangun karakter dan kemandirian bangsa. Mereka menganggap kesenian sebagai bagian dari identitas budaya dan nasionalisme.
Soekarno juga memahami pentingnya musik dalam membangkitkan semangat revolusi dan persatuan nasional. Ia tidak menyukai musik “ngak-ngik-ngok” karena dianggap tidak sesuai dengan semangat revolusi dan kepribadian bangsa Indonesia.
Contoh peringatan Victory Day di Rusia menunjukkan bagaimana perayaan dapat memperkuat patriotisme dan nasionalisme. Rusia memperingati Hari Kemenangan pada 9 Mei untuk menghormati pengorbanan besar, memperkuat identitas nasional, dan melanjutkan tradisi tahunan.
Peringatan Hari Kemerdekaan yang serius dan khidmat dapat membangkitkan kebanggaan patriotisme, rela berkorban bagi bangsa dan negara, dan nasionalisme. Oleh karena itu, pendidikan dan kebudayaan yang tepat dapat membangun karakter bangsa.
Ketika masyarakat ditampilkan dengan lagu kebangsaan yang membangkitkan gelora patriotisme dan nasionalisme, maka akan tertanam di hati dan pemikiran akan rasa cinta tanah air dan rela berkorban.
Seni memiliki pengaruh signifikan pada manusia, terutama dalam memperkuat identitas sosial dan rasa bangga. Menurut Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner, 1979), aktivitas kelompok dapat memperkuat ikatan identitas sosial dan rasa bangga.
Dalam konteks perayaan Hari Kemerdekaan, tarian dan kegiatan lainnya dapat memperkuat rasa kebanggaan dan identitas nasional.
Lagu patriotisme juga dapat membangkitkan emosi kuat seperti kebanggaan dan persatuan melalui melodi, lirik, dan ritme yang tepat. Pengalaman emosional ini dapat memperkuat identitas nasional dan membangkitkan rasa kesatuan di kalangan masyarakat.
Dampak Psikologis Lagu Patriotisme:
– Membangkitkan Emosi: Lagu patriotisme dapat membangkitkan emosi seperti kebanggaan, kesatuan, dan nostalgia.
– Memperkuat Identitas Nasional: Pengulangan lagu patriotisme dapat memperkuat identitas nasional dan membangkitkan rasa kesatuan di kalangan masyarakat.
– Asosiasi dengan Sejarah dan Krisis: Lagu patriotisme juga dapat membangkitkan emosi kuat dan memperkuat semangat patriotisme dengan asosiasi sejarah dan krisis.
Seniman dan pengiat seni dapat membangkitkan rasa patriotisme dan nasionalisme dengan cara:
– Menggambarkan Identitas Budaya: Seni dapat menggambarkan identitas budaya dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh suatu bangsa.
– Membangkitkan Emosi: Seni dapat membangkitkan emosi kuat seperti kebanggaan dan kesatuan melalui melodi, lirik, dan ritme yang tepat.
– Menggunakan Simbol-Simbol Nasionalisme: Seni dapat menggunakan simbol-simbol nasionalisme seperti lagu kebangsaan, bendera, dan lambang negara.
Dengan demikian, seni dapat menjadi alat yang efektif untuk membangkitkan rasa patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat.
Beberapa lagu patriotik Indonesia yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme antara lain:
– Indonesia Raya
– Bagimu Negeri
– Gugur Bunga
– Maju Tak Gentar
– Rayuan Pulau Kelapa
– Tanah Airku
– Satu Nusa Satu Bangsa
– Halo-Halo Bandung
Lagu-lagu patriotik dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap tanah air, serta menginspirasi kita untuk menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Novita Sari Yahya
National Director Indonesia untuk 40 lisensi pemilihan Internasional 2023-2024
Kontak pembelian buku : 089520018812
Instagram: @novita.kebangsaan
