“Belajar merasa cukup tanpa berhenti berusaha.”
Terkadang kita terlalu sibuk menghitung apa yang belum kita miliki, sampai lupa menikmati begitu banyak nikmat yang sudah Allah berikan.
Kita melihat orang lain lebih kaya, lalu merasa miskin. Melihat orang lain lebih terkenal, lalu merasa tidak berarti. Melihat orang lain lebih berhasil, lalu menganggap hidup kita tertinggal.
Padahal, hidup bukan perlombaan untuk memiliki segala sesuatu yang dimiliki orang lain.
Ada nikmat yang tidak bisa dibeli dengan uang: tubuh yang masih mampu beribadah, hati yang masih mengenal Allah, keluarga yang menyayangi, teman yang tulus, kesempatan untuk memperbaiki diri, dan waktu yang masih tersisa untuk berbuat kebaikan.
Jangan sampai mata kita terlalu tajam melihat kelebihan orang lain, tetapi terlalu tumpul melihat nikmat yang ada pada diri sendiri.
Allah berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
*“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.” (* QS. Ibrahim: 7)
Bersyukur bukan berarti berhenti bercita-cita. Bukan pula menerima ketidakadilan tanpa berusaha memperbaikinya. Bersyukur berarti menghargai apa yang telah Allah titipkan, lalu menggunakannya untuk sesuatu yang diridai-Nya.
Orang yang bersyukur tetap bekerja keras, tetapi tidak diperbudak ambisi. Ia boleh ingin maju, tetapi tidak harus merendahkan orang lain. Ia boleh memiliki banyak, tetapi tidak merasa lebih mulia. Ia boleh kehilangan sesuatu, tetapi tidak kehilangan harapan kepada Allah.
Jangan menunggu kaya untuk bersyukur, jangan menunggu sukses untuk bahagia, dan jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya sesuatu yang selama ini kita miliki.
Sebab, terkadang yang membuat hidup terasa kurang bukan sedikitnya nikmat, melainkan besarnya keinginan yang tidak pernah selesai.
Maka, teruslah berusaha memperbaiki kehidupan, tetapi jangan lupa menikmati kebaikan yang telah hadir hari ini.
Qana’ah bukan berarti tidak ingin bertambah, melainkan tidak membiarkan keinginan merampas rasa syukur.
_Ya Allah, jadikan kami hamba yang pandai bersyukur ketika mendapat nikmat, tetap bersabar ketika diuji, dan tidak lupa kepada-Mu dalam keadaan apa pun._
Sumber: Renugan Diri
