Oleh: Ummi Sulis
Perbendaharaan kataku tiada dapat menjangkau
Tatkala gemuruh jadi sebuah pukau
Tetapi aku tiada kan terpukau
Anggap sebuah desau
Maka biarkan aku membencimu
Bersama puing ragu yang telah membatu
Tancapkan mata tombak dalam perburuan di hutan dusta
Hingga akar-akar kejahilan menjadi layu
Sebab benci ini karena cinta
Mengingat tabur tuai dalam gerimisnya air mata
Demi bentangkan sajadah
Dalam sujud panjang pelampias resah
Fajar Indah, 8 Oktober 2025. (BP/ KM)*










