Oleh: Hanun Prayuda (Siswa SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung)
Aku seperti tidak percaya bahwa aku bisa menampakan jejak kakiku di wilayah Jawa dan berjalan di sana. Ada satu perlombaan yang membuat SD ku pergi ke wilayah Jawa. Perlombaan itu adalah OMBN (Olimpiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional). Olimpiade ini adalah olimpiade tingkat nasional, cabang lombanya ada fahmil, tartil, tilawah, jurnalistik, syarhil, tahfiz qur’an, dan yang lain-lain.
Perjalanan ini dimulai dari aku yang merupakan siswi kelas 5 yang bersekolah di Bangka Tengah, kemudian ibunda kami berkata akan ada ajang perlombaan tingkat nasional yang diadakan di Jawa, lalu benar saja perlombaan itu sudah dekat dan keesokan harinya kami bersiap-siap untuk pergi ke Jawa. Kami pergi dengan jalur darat, rombongan kami berjumlah 18 orang guru kami 6 dan muridnya 11.
Awalnya kami pergi dengan naik bus sampai Mentok kami berhenti di Tanjung Kalian untuk menyebrang ke Tanjung Api-Api, kemudian kami menaiki bus dan melanjutkan ke pelabuhan berikutnya dan sampailah ke Banten. Kami melanjutkan perjalanan ke Kota Bandung. Saat kami tiba di Bandung kami menginap di sebuah apartemen. Di Bandung kami menginap 1 malam lalu melanjutkan ke kota Jakarta. Saat kami di dalam bus kami melihat monas dari kejauhan dan meneruskan perjalanan hingga kami sampai di Jawa Tengah. Kami tiba pada saat malam hari, dan kerena sudah malam kami menginap di gedung PMI. Perjalanan dilanjutkan dengan study tour ke sekolah hebat yang ada di Jawa Tengah.
Selanjutnya kami menuju Unversitas Muhammadiyah Semarang. Kampus itu sangat besar dan luas di sana juga sangat keren aku, suka universitas itu dan saat kami selesai di sana ternyata kami akan kembali ke sana untuk melakukan perlombaan. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan melakukan aktivitas hanya di bus sampai esok harinya. Kemudian kami lomba di universitas yang kemarin kami pergi dan ke sana hingga malam dan kami menginap di gedung PMI.
Saat kami selesai menginap di gedung PMI yang kedua kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bromo pada pukul 01.00 WIB. Kami berhenti di rest area Alia Bromo. Di sana kami juga beristirahat dan menyewa jeep untuk pergi ke Gunung Bromo dan saat sampai kami langsung salat subuh berjama’ah dan melanjutkan perjalanan hingga sampai ke Bromo. Kami menaiki gunung dan berfoto di sana dan melihat sunset dan saat matahari mulai menurun dan langit yang mulai berwarna biru. Kami mengisi perut kami hingga kenyang. Kami melanjutkan menaiki Gunung Bromo dengan menaiki kuda hingga batasan yang bisa dinaiki kuda. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan tangga yang sudah disediakan lalu kami berfoto di sana dan menikmati angin sejuk. Kami juga mencium aroma belerang karena bau belerangnya terlalu kuat akhirnya kami turun dari gunung tersebut dan melanjutkan perjalanan ke bawah dengan tangga lalu kepala sekolah kami bertanya berapa anak tangga yang sudah kalian dituruni lalu anak tangganya berjumlah 280 anak tangga tapi tidak ada yang benar kemudian kami membeli oleh-oleh khas dari sana.
Kemudian kami berjalan-jalan di dekat Bromo lalu pulang dengan jeep. Tiba di parkiran jeep dan melanjutkan perjalanan ke Kota Batu untuk membeli oleh-oleh lalu menginap satu hari dilanjutkan pulang. Sebelum pulang kami sempat membeli apel malang tapi di sana hujan deras yang membuat tanah di kebun apel itu longsor. Kami menunggu di bus hingga hujan itu tidak deras lagi dan melanjutkan perjalanan pulang ke Bangka dengan menaiki bus besar.
Tiba di Bangka, ternyata kami disambut hangat oleh keluarga kami yang sudah menunggu kepulangan kami. Kami membawa piala, serta satu perak yang lainnya perunggu dengan total 10 medali. (BP/ KM)*
Tulisan ini merupakan karya peserta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2025 Tingkat Kecamatan Pangkalanbaru.
