BUKAN PUISI
Kuseduh muak ini,
Pada secawan kelam!
Warna pikiranku bercampur padu,
Meredup… terserap hitam.
Hidup adalah pahatan!
Masa silam yang tlah kau torehkan.
Hisap dan reguklah:
Racun berlabel madumu!
Tertelungkup lusuh aku,
Air muka kelabu pasi.
Maafkan bodohku!
Ampuni dungu ini!
Potongan cerita duka,
Bercampur remahan berita luka…
Aku senyatanya tak tahan,
Namun DIPAKSA tuk BERTAHAN!
Luapan emosi berangsur basi,
Jadi lolongan kosong tanpa isi!
Rayu dan cinta menjadi hantu,
Bak syair busuk tak bermutu!
Kawan… ini bukan puisi!
Ini ungkapan menuju PERANG!
Banjir di masa kemarau,
Bersusun glegar petir parau!
Tuhan, izinkan aku mencaci!
Berikan ruang tuk memaki!
Agar kemanusiaanku…
PULIH KEMBALI!
Aku tak ingin mati perlahan,
Menyesap bisa, siang dan malam.
Perjuangan ini terlalu panjang,
AKU HARUS MENANG!
- Toboali, 9 Juni 2026
- Sang Peramu Aksara
- Agus Bachtiar K












