Bekaespedia.com, Bangka Barat,- Pagi itu, ruang belajar di SD Muhammadiyah Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tidak hanya dipenuhi pelajaran seperti biasanya. Para siswa mendapat bekal yang jauh lebih dekat dengan kehidupan mereka untuk mengenali tubuh sendiri, memahami batasan dan berani mengatakan tidak ketika merasa tidak nyaman.
Pesan tersebut disampaikan jajaran Polres Bangka Barat melalui kegiatan Polwan Goes to School, Rabu (26/8/2026). Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak bersama sejumlah Polisi Wanita (Polwan) hadir langsung di tengah para pelajar.
Kehadiran para Polwan membuat suasana sekolah terasa berbeda. Alih-alih menyampaikan materi dengan cara formal, mereka mengajak siswa berinteraksi melalui pertanyaan dan percakapan sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
Satu per satu, para pelajar diajak mengenali tubuh mereka sendiri. Mereka diberikan pemahaman bahwa terdapat bagian tubuh yang harus dijaga dan tidak boleh disentuh sembarangan oleh orang lain.
Para siswa juga ditanamkan keberanian untuk menolak apabila mendapatkan sentuhan atau perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan edukasi tersebut penting diberikan sejak usia dini. Anak-anak, menurutnya, perlu memiliki pengetahuan sekaligus keberanian untuk melindungi dirinya.
“Kami memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bagian tubuh yang boleh disentuh dan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh. Harapannya, mereka memiliki keberanian untuk menjaga dan melindungi dirinya sejak dini,” kata Helen.
Namun, pelajaran hari itu tidak berhenti pada keberanian untuk berkata tidak.
Para siswa juga diajak memahami bahwa ketika mereka mengalami atau melihat tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual, mereka tidak boleh memendamnya sendirian.
Mereka didorong untuk segera bercerita kepada orang tua, guru, maupun orang dewasa lain yang dipercaya.
Pesan tersebut disampaikan dengan suasana yang ringan. Para siswa diberi kesempatan menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat. Cokelat dan susu juga dibagikan sebagai bentuk apresiasi sehingga interaksi antara Polwan dan anak-anak terasa semakin dekat.
Bagi Polres Bangka Barat, kedatangan Polwan ke sekolah bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-78 Polisi Wanita.
Di hadapan para siswa, sosok Polwan diperkenalkan bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pihak yang dapat memberikan rasa aman dan perlindungan ketika anak menghadapi situasi yang tidak mereka inginkan.
Kepala SD Muhammadiyah Mentok, Sastriadi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai perlindungan diri merupakan pengetahuan penting yang perlu dimiliki anak dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sekolah itu, pesan sederhana namun penting kembali ditegaskan untuk melindungi anak bukan hanya tugas orang dewasa.
Anak-anak juga perlu dibekali keberanian untuk mengenali batas dirinya, berkata tidak terhadap perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman, serta berbicara kepada orang yang dipercaya ketika menghadapi sesuatu yang membuat mereka merasa tidak aman.
Sebab, terkadang keberanian untuk mengucapkan satu kata sederhana “tidak” dapat menjadi langkah awal seorang anak untuk melindungi dirinya.
