Busuk Di Bawah Tengkorak

Fhoto : hendraone basel

 

Oleh : Hendraone Basel

Jemari menari di layar sunyi,

Setiap detik terasa fana.

Gulir tak henti, waktu pun pergi,

Di ujung senja, hanya debar yang tertinggal.

Notifikasi bagai sirene malam,

Mengoyak hening, memaksa mata terbuka.

Jiwa terbelenggu dalam algoritma,

Di ruang virtual, hati pun terpenggal.

Subscriber, follower, like, dan view—

Cinta semu yang menggerogoti jati.

Popularitas jadi candu akut,

Di balik filter, wajah diri terkikis.

Kata-kata pudar jadi sampah digital,

Makna terpelanting di kolom komentar.

Otak membusuk, moral tinggal cerita,

Manusia jadi mesin tanpa suara.

Empati terkikis, nurani tergerus,

Dunia direduksi jadi angka dan tag.

Senyum palsu mengapur batas waktu,

Di lorong gelap, kita semua tersesat.

Layar berkedip, jiwa terpenjara,

Realita dikubur dalam ilusi.

Manusia menari di tepi jurang,

Tertipu gemerlap yang tak pernah abadi.

Bila waktu habis, apa yang tersisa?

Tumpukan data, jejak yang palsu.

Bangkai otak menganga di keheningan,

Menyisakan duka : ”Kita Mati Sebelum Mati”.

#BrainRot

#PembusukanOtak

 

 

 

Exit mobile version