Kontributor : Riszuan
Bekaespedia.com, Pekanbaru,- Di balik keberhasilannya masuk dalam 20 Besar Duta Literasi Keuangan OJK Provinsi Riau 2026 dan meraih predikat Duta Literasi Keuangan OJK Teraktif 2026, Yoga Andrian Saputra, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Abdurrab, juga mendapatkan kepercayaan sebagai Komandan Tingkat (Komting) selama rangkaian kegiatan Duta Literasi Keuangan OJK Provinsi Riau Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Selama proses karantina dan pembekalan, Yoga dinilai mampu membangun komunikasi yang baik, menjaga koordinasi antarpeserta, serta menjadi penghubung antara panitia dan seluruh finalis.
Peran tersebut menuntut kemampuan memimpin, mengelola dinamika kelompok, hingga memastikan setiap peserta memperoleh informasi secara jelas dan tepat waktu.
Ajang Duta Literasi Keuangan OJK Provinsi Riau bukan hanya menjadi wadah untuk mengasah pemahaman mengenai literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab sosial para pesertanya. Dalam situasi tersebut, keberadaan seorang Komandan Tingkat menjadi bagian penting untuk menjaga kekompakan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Sebagai Komting, Yoga memiliki tanggung jawab untuk mengoordinasikan peserta, menyampaikan informasi dari panitia, membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi peserta, hingga menjaga suasana yang kondusif selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, menjadi pemimpin bukan berarti menjadi orang yang paling menonjol, melainkan menjadi pribadi yang siap melayani dan membantu orang lain.
“Kepercayaan sebagai Komting adalah amanah yang saya syukuri. Bagi saya, pemimpin bukan orang yang selalu berada di depan, tetapi seseorang yang mampu memastikan semua anggota tim dapat berjalan bersama menuju tujuan yang sama,” ujar Yoga.
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Abdurrab tersebut mengaku banyak belajar dari pengalaman tersebut. Berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Riau mengajarkannya pentingnya menghargai perbedaan karakter, cara berpikir, serta latar belakang setiap individu.
Menurut Yoga, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mampu mendengarkan, memahami kebutuhan anggota tim, dan mengambil keputusan dengan mengedepankan kepentingan bersama.
“Di Program Studi Hubungan Internasional, kami terbiasa mempelajari diplomasi, negosiasi, komunikasi lintas budaya, dan penyelesaian masalah. Pengalaman itu sangat membantu saya ketika dipercaya menjadi Komting, karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda dan harus dirangkul dengan pendekatan yang tepat,” jelasnya.
Selama menjalankan tugas sebagai Komting, Yoga berupaya menciptakan suasana yang nyaman dan saling mendukung di antara seluruh peserta. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekuatan kerja sama dan rasa saling menghargai.
Di tengah padatnya agenda pembekalan, diskusi, dan berbagai aktivitas lainnya, Yoga tetap berusaha menjaga komunikasi yang baik antara peserta dan panitia. Baginya, koordinasi yang efektif menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
“Saya percaya kepemimpinan adalah tentang membangun kepercayaan. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, setiap tantangan akan lebih mudah diselesaikan melalui kerja sama,” katanya.
Pengalaman menjadi Komandan Tingkat juga semakin memperkuat keyakinan Yoga bahwa generasi muda harus berani mengambil tanggung jawab dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu dimulai dari jabatan besar, tetapi dari keberanian untuk peduli, membantu, dan memberikan contoh yang baik.
Sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri, Yoga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus berkontribusi, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Ia ingin membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, bekerja sama, dan memberikan dampak positif.
Ke depan, Yoga berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas dirinya sebagai generasi muda yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas. Baginya, pengalaman sebagai Komandan Tingkat Duta Literasi Keuangan OJK Provinsi Riau 2026 merupakan salah satu langkah penting dalam perjalanan membangun kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian.
“Saya ingin terus belajar menjadi pemimpin yang mampu mendengar, menggerakkan, dan memberi manfaat. Sebab kepemimpinan terbaik bukan diukur dari banyaknya orang yang mengikuti kita, tetapi dari banyaknya orang yang tumbuh bersama kita,” tutup Yoga.
Melalui perannya sebagai Komandan Tingkat Duta Literasi Keuangan OJK Provinsi Riau 2026, Yoga Andrian Saputra menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan komitmen untuk melayani, menginspirasi, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar.
