Fido Ingin Seperti Ki Hajar Dewantara dan B.J Habibie

Oleh : Fattan El-zidane (Siswa SDN 12 Pangkalanbaru)

 

Suatu hari hiduplah seorang anak bernama Fido. Pada akhir pekan Fido pergi ke museum. Saat Fido memasuki museum, Fido melihat patung seorang pahlawan bernama Ki Hajar Dewantara. Fido pun menanyakan nama patung tersebut kepada ibunya.

“Ibu, ini siapa?” tanya Fido.

“Ini adalah patung Ki Hajar Dewantara dia adalah bapak pendidikan,” jawab ibu Fido. Sejak saat itu Fido mengidolakan Ki Hajar Dewantara. Suatu hari nanti Fido akan menjadi seperti Ki Hajar Dewantara.

Pagi hari Fido berjalan jalan di taman. Tiba-tiba Fido melihat anak kucing di atas pohon. Kucing itu tidak dapat turun dari pohon. Fido mencari ide untuk menyelamatkan kucing tersebut. “Hem, apa ya cara untuk menyelamatkan kucing tersebut?” pikir Fido. Fido pun mendapatkan ide.

Fido berkata, “Aha, aku ada ide aku harus mencari tangga!” kata Fido.

Fido mengambil tangga di rumahnya. Lalu kucing itu selamat. Fido senang karena dia sudah menyelamatkan anak kucing tersebut. Karena Fido pantang menyerah seperti Ki Hajar Dewantara, Fido semakin yakin bahwa dia bisa menjadi seperti Ki Hajar Dewantara.

Sesudah menyelamatkan kucing tersebut, Fido pergi menjemput ayahnya. Ayahnya seorang tentara. Fido menanyakan tentang Ki Hajar Dewantara kepada ayahnya. “Yah, Ki Hajar Dewantara itu pahlawan atau tidak, Yah?” tanya Fido.

“Iya Fido, Ki Hajar Dewantara itu pahlawan,” jawab ayah.

“Karena Fido ingin menjadi seperti Ki Hajar Dewantara maka Fido akan menjadi pahlawan seperti beliau.” ujar Fido.

Malam hari Fido bermimpi tentang bertemu Ki Hajar Dewantara. Saat dalam mimpi, Ki Hajar Dewantara berpesan, “Fido kamu harus belajar agar dapat meraih cita-cita!” pesan Ki Hajar Dewantara.

Fido pun terbangun dan berkata, “Apa tadi, kenapa ada Ki Hajar Dewantara?” kata Fido.

Dia pun melelapkan dirinya agar dapat tidur lagi. Akhirnya Fido tidur lagi dan Ki Hajar Dewantara kembali muncul dimimpinya dan berpesan, “Fido berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kamu dapat meraih cita-cita!” pesan Ki Hajar Dewantara.

Fido terus berdoa agar dapat meraih cita-cita.

Pagi hari di sekolah Fido belajar tentang BJ. Habibie, presiden ke tiga Indonesia. Fido bertanya kepada gurunya, “Bu Guru, B.J Habibie itu pahlawan atau tidak?” tanya Fido.

“B.J. Habibie itu pahlawan bahkan dia bisa membuat pesawat, pesawat buatannya yang pertama adalah N.250 Gatot kaca,” jawab Ibu Guru.

Pulang sekolah Fido melihat pesawat. Dia membayangkan menjadi B.J. Habibie setelah melihat pesawat tersebut. Setelah idolanya Ki Hajar Dewantara, kini Fido punya idola baru yaitu B.J. Habibie. Suatu hari nanti Fido akan membuat pesawatnya sendiri.

Saat pulang sekolah Fido bermain dengan temannya. Dia akan bermain pesawat kertas. Dia akan menulis N. 250 Gatot kaca pada pesawat kertasnya yaitu nama pesawat pertama B.J. Habibie. Dia melipat-lipat kertas hingga menjadi pesawat mainan. Fido menerbangkan pesawatnya dan akhirnya pesawat itu terbang, kemudian Fido senang karena pesawatnya dapat terbang dengan sempurna.

Tidak lama lagi sekolah Fido akan mengadakan ulangan. Siswa-siswi sibuk belajar di rumah. Fido belajar dengan giat dari pagi sampai sore, ujian sudah dimulai. Fido dapat menjawab semua soal. Fido berkata, “akhirnya aku bisa menjawab semua soal,” kata Fido.

Saat pengambilan rapot ujian akhir semester, Fido mendapat juara satu. Fido berdoa, “Semoga aku bisa meraih cita-cita,” doa Fido. Dia ingin menjadi seperti Ki Hajar Dewantara dan B.J. Habibie. Akhirnya doa Fido terkabul. Dia senang sudah dapat meraih cita-cita. (BP / KM)*

 

Catatan: Cerpen ini merupakan karya peserta FLS3N Tingkat Kecamatan Pangkalanbaru Tahun 2026 Cabang Menulis Cerita.

Exit mobile version